Pedagang telur ayam di Pasar Taman Rawa Indah, BontangSAMARINDA – Tekanan harga di Kalimantan Timur (Kaltim)terus meningkat. Badan Pusat Statistik alias BPS Kaltim mencatat inflasi secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Maret 2026 mencapai 3,31 persen.
Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang naik dari 107,73 pada Maret 2025 menjadi 111,30 pada Maret 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa inflasi tidak terjadi secara merata di seluruh daerah. Dari hasil pemantauan di empat kabupaten/kota, Kota Samarinda mencatatkan inflasi tertinggi.
“Kota Samarinda mengalami inflasi sebesar 3,92 persen dengan IHK 111,38,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Setelah Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi sebesar 3,02 persen, disusul Kota Balikpapan dengan 2,95 persen. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Berau sebesar 2,38 persen.
Lonjakan inflasi dipicu oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan signifikan mencapai 15,65 persen.
Tekanan harga juga datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 5,25 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau meningkat 3,35 persen, serta pendidikan sebesar 2,44 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tercatat naik 1,71 persen, diikuti sektor kesehatan sebesar 1,54 persen.

Beberapa kelompok lain mengalami kenaikan moderat, seperti pakaian dan alas kaki serta transportasi yang masing-masing naik 0,57 persen. Sektor rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,37 persen, sedangkan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan hanya meningkat 0,02 persen.
Di tengah tren kenaikan harga, terdapat satu kelompok yang justru mengalami deflasi, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun 1,06 persen.
Secara bulanan, inflasi Maret 2026 terhadap Februari tercatat sebesar 0,72 persen. Sementara itu, akumulasi inflasi tahun kalender sejak Januari hingga Maret 2026 mencapai 1,37 persen. (RIL)
Tidak ada komentar