Empat ibu-ibu dari Balikpapan ini juga ikut tunjukkan fashion ala mereka bak CFW (Dok. Istimewa)Fesyen juga, ujar Ani, tak hanya menaikkan nama Balikpapan tetapi dapat menonjolkan sisi lain kota ini di bidang pariwisata.
Ada yang menarik dari itu, karena ingin ikut memeriahkan gaya CFW di Kota Beriman persiapan yang ia dan teman-temannya lakukan juga tak main-main.
Untuk outfit yang mereka kenakan, dari ujung kepala hingga kaki berharga jutaan rupiah.
Adanya fashion on street di Balikpapan rupanya mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan. Budiono, Wakil DPRD Balikpapan menyebut hal itu merupakan bagian dari kreasi dan inovasi dari masyarakat Balikpapan.
Melihat antusias itu, Budiono mengatakan kegiatan tersebut bisa difasilitasi dan dinaungi, dengan membentuk event fashion show.
“Kita kan ada ajangnya tuh di karnaval, tapi kan setahun sekali. Itu juga budaya. Nah kalau kegiatan ini bisa kita tangkap dan beri peluang dengan dibuatkan event,” jelasnya.
Untuk lokasi, Budiono memberikan saran agar lapangan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut.
Bahkan Budiono melihat peluang bagus dengan menarik industri fesyen ini ke Dome. Selain memberikan pemasukan untuk UMKM juga bisa memberikan pemasukan bagi pendapatan asli daerah.
“Jadi bisa saja, nanti dibantu akomodir, kami buatkan tempatnya. Jadi kami dukung itu selagi itu positif. Tapi jangan di jalan ya, karena mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.
Tidak ada komentar