
Ilustrasi pelajar SMA.SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersiap mempercepat pembagian seragam sekolah gratis. Targetnya jelas. Seragam sudah diterima siswa tepat saat tahun ajaran baru dimulai pertengahan 2026.
Langkah ini diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim sebagai bentuk perbaikan layanan. Tahun ini, sekira 65 ribu siswa akan menjadi penerima manfaat.
“Pengadaan seragam kami percepat. Tahun 2026 ditargetkan sudah dibagikan pada awal tahun ajaran baru,” kata Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, di Samarinda, Jumat.
Percepatan ini merupakan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Saat itu, distribusi masih dalam masa transisi penyesuaian sistem. Pemprov Kaltim ingin pelaksanaan tahun anggaran 2026 berjalan lebih efektif dan tepat waktu.
Disdikbud Kaltim sendiri baru saja menuntaskan penyaluran seragam gratis dari APBD 2025. Totalnya mencapai 63.718 paket. Realisasi fisik tercatat 100 persen.
Paket seragam yang dibagikan cukup lengkap. Mulai dari kemeja, celana, sepatu, tas sekolah, hingga jilbab bagi siswi muslim.
Program ini menjangkau 558 satuan pendidikan. Sasarannya meliputi SMA, SMK, dan SLB. Baik negeri maupun swasta ikut menerima manfaat.
Rahmat memastikan jumlah paket telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Termasuk mengantisipasi peningkatan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah.
Penyerahan fisik seragam dilakukan serentak pada 5–6 Januari 2026. Waktunya bertepatan dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar setelah libur semester.
Tantangan geografis tidak menjadi penghalang. Sekolah-sekolah di wilayah terpencil tetap terlayani melalui pola distribusi jemput bola.
Program seragam sekolah gratis ini dinilai sangat membantu orang tua siswa. Beban biaya pendidikan bisa ditekan sejak awal masuk sekolah.
“Kami berharap bantuan ini menjamin kesetaraan fasilitas pendidikan bagi seluruh pelajar di Kalimantan Timur,” pungkas Rahmat. (SON)
Tidak ada komentar