

KUTAI TIMUR – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperluas ruang publik yang aman dan ramah bagi anak semakin nyata. Setelah Taman Venus berhasil meraih predikat ruang publik ramah anak, kini Pemerintah kembali mengajukan Town Hall Bukit Pelangi sebagai fasilitas berikutnya yang siap naik kelas.
Bangunan yang selama ini digunakan sebagai ruang serbaguna itu kini tengah dipersiapkan menjadi ruang bermain ramah anak berstandar nasional. Prosesnya telah memasuki tahapan penilaian lanjutan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA).
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim menjadi penggerak utama program ini. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kutim, Rita Winarni, menjelaskan bahwa asesmen terhadap Town Hall sudah berada di fase pendampingan tahap dua.
“Saat ini kami menjalani pendampingan tahap dua sebagai bagian dari asesmen Kemen PPA,” ungkap Rita.
Penilaian dilakukan secara daring bersama tim pusat. Setelah tahapan ini selesai, DPPPA Kutim berharap tim penilai dapat mengunjungi langsung area Town Hall untuk mengecek kelengkapan fasilitas dan kesiapan lapangan.
“Kami optimis Town Hall memenuhi standar ruang bermain ramah anak. Lokasinya strategis, konsep ruangnya juga sangat mendukung,” lanjut Rita.
Ruang bermain ramah anak bukan hanya tentang keberadaan permainan. Penilaiannya mencakup aspek keamanan, edukasi, kenyamanan, akses inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, hingga tata kelola yang memastikan ruang tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat aspek itu, DPPPA Kutim turut melibatkan perusahaan dan komunitas lokal agar pengelolaan fasilitas ini tidak berhenti hanya sampai proses penilaian.
“Kami menjalin kolaborasi dengan perusahaan dan komunitas lokal supaya keberlanjutan ruang bermain ini terjaga,” katanya.
Jika proses penilaian berjalan lancar, Town Hall Bukit Pelangi berpotensi menjadi ruang publik ramah anak terbaru di Kutai Timur. Kehadirannya diharapkan memperkaya ekosistem ruang aman dan positif bagi anak-anak untuk bermain, belajar, serta tumbuh dengan sehat dan bahagia.
Langkah ini sekaligus memperkuat target Kutim dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang lebih inklusif dan peduli pada masa depan generasi muda. (Adv)
Tidak ada komentar