
NEWSBORNEO.ID – Indeks Pembangunan Manusia Kutai Timur mencapai 76,48 pada 2025 dan ditargetkan meningkat ke kisaran 77 hingga 77,30 pada 2027. Pemerintah daerah menempatkan pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak sebagai poros utama peningkatan kualitas manusia.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan capaian tersebut menunjukkan perbaikan kualitas pembangunan manusia, tetapi target berikutnya membutuhkan kerja lintas sektor yang lebih terarah. Dalam Perubahan RKPD 2026, IPM ditargetkan berada pada kisaran 76,70 sampai 76,90.
“Kita ingin pembangunan Kutai Timur tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghasilkan manusia yang semakin sehat, semakin berpendidikan, semakin produktif dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik,” kata Ardiansyah.
Di bidang pendidikan, Pemkab menjalankan Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulan, beasiswa bagi 1.000 hafiz dan hafizah setiap tahun, serta bantuan buku, seragam, dan sepatu bagi peserta didik PAUD hingga SLTP.
Angka Harapan Lama Sekolah meningkat dari 13,02 tahun pada 2024 menjadi 13,22 tahun pada 2025. Pada sektor kesehatan, Angka Harapan Hidup Kutim pada 2025 tercatat 74,87 tahun.
Ardiansyah menyebut peningkatan kualitas manusia menjadi fondasi visi pembangunan Kutim 2025–2029, yakni Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing.
“Tangguh, berarti Kutai Timur harus mampu bertahan, berkembang, dan menghadapi tantangan yang ada, baik yang berasal dari alam, sosial, politik maupun ekonomi,” ujarnya.
Pembangunan manusia juga dikaitkan dengan penurunan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Pemkab mempertahankan target penyerapan 50.000 tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi melalui BLK Mandiri dan kerja sama lembaga pelatihan.
Ardiansyah menegaskan pertumbuhan ekonomi harus terlihat dalam kehidupan warga melalui akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pendapatan yang lebih baik.
Target IPM juga akan sangat dipengaruhi pemerataan. Pemerintah perlu memastikan peningkatan indikator tidak hanya terjadi di pusat kabupaten, tetapi menjangkau kecamatan yang masih menghadapi keterbatasan akses sekolah, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja.
“Kita ingin pembangunan Kutai Timur tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghasilkan manusia yang semakin sehat, semakin berpendidikan, semakin produktif,” tegasnya. (ADV)
Tidak ada komentar