Persiapan Masuk SD, Balikpapan Dorong Penguatan Pendidikan Prasekolah

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
20 Okt 2026 23:15
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah mulai disosialisasikan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini sekaligus membangun kesiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar (SD).

Sosialisasi ini tidak hanya menekankan pentingnya akses pendidikan prasekolah, tetapi juga mendorong pemahaman bahwa kesiapan anak masuk SD tidak sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Aspek kemandirian, karakter, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan bersosialisasi juga dinilai menjadi bagian penting dari kesiapan anak mengikuti pendidikan dasar.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI bersama para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Balikpapan, Selasa (20/10/2026).

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., menekankan bahwa keberhasilan pendidikan prasekolah tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga pendidik.

Menurutnya, keluarga memiliki peran besar dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, terutama pada masa awal pembentukan karakter dan kebiasaan.

“Pendidikan anak usia dini bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua. Pendampingan dan perhatian keluarga sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Nurlena.

Nurlena mengatakan anak perlu tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan menyenangkan agar perkembangannya berjalan sesuai tahapan usia.

Karena itu, penguatan pendidikan prasekolah perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan serta kebutuhan perkembangan anak.

Menurutnya, masa sebelum anak memasuki SD merupakan periode penting untuk membangun fondasi karakter. Anak tidak hanya perlu diperkenalkan dengan kegiatan belajar, tetapi juga dibiasakan untuk mandiri, disiplin, kreatif, berkomunikasi, dan menghargai orang lain.

“Persiapan menuju sekolah dasar tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik. Anak juga perlu dibekali kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi dengan teman-temannya,” katanya.

Pandangan tersebut sekaligus menjadi penekanan dalam penerapan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah. Program ini diharapkan tidak dipahami sebatas tahapan formal sebelum anak masuk SD, melainkan sebagai bagian dari proses membangun kesiapan anak secara menyeluruh.

Di sisi lain, para pendidik PAUD didorong untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dengan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

Lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan dinilai penting agar anak dapat mengikuti proses pendidikan dengan nyaman. Anak juga tetap perlu memperoleh ruang untuk bermain, bereksplorasi, berinteraksi, dan mengembangkan kreativitas.

Dengan pendekatan tersebut, proses pendidikan prasekolah diharapkan tidak membuat anak terbebani oleh tuntutan akademik sejak dini.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Sosialisasi Kesehatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Istri Karyawan Angkasa Pura Indonesia.

Materi tersebut menyoroti keterkaitan antara kesehatan dan pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kondisi kesehatan yang baik dinilai perlu didukung lingkungan belajar yang aman dan kondusif agar anak dapat berkembang secara optimal.

Penguatan pendidikan prasekolah pun menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia di Balikpapan. Dengan akses pendidikan yang semakin luas, lebih banyak anak diharapkan memperoleh pengalaman belajar dan stimulasi perkembangan sebelum memasuki pendidikan dasar.

Melalui sosialisasi ini, Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan akses pendidikan, tetapi mampu membangun fondasi anak sejak dini.

Sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan menjadi kunci agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang dan kesiapan anak-anak Balikpapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }