Kutim Tuan Rumah NCS 3, 11 Provinsi Ramaikan Panjat Tebing Nasional

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Okt 2026 17:20
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Kutai Timur dipercaya menjadi salah satu tuan rumah National Climbing Series (NCS) 3 Tahun 2026. Kejuaraan panjat tebing nasional itu menghadirkan peserta dari 11 provinsi dan membuka peluang promosi daerah sekaligus pembinaan atlet.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan kepercayaan tersebut menunjukkan daerah mampu menyiapkan venue, pelayanan, dan dukungan penyelenggaraan pada level nasional. Kutim menjadi satu dari tiga lokasi seri kejuaraan bersama Manado dan Tangerang.

“Menjadi kebanggaan bagi Kutai Timur,” kata Basuki.

Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga peserta ikut menggerakkan aktivitas hotel, kuliner, transportasi, serta UMKM di Sangatta. Efek ekonomi itu menjadi alasan pemerintah melihat event olahraga lebih luas daripada sekadar pertandingan.

“Peserta dari 11 provinsi,” ujarnya.

Kejuaraan juga menjadi kesempatan bagi atlet lokal mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai daerah. Pengalaman bertanding di kandang sendiri dinilai penting untuk membangun mental kompetitif sekaligus memberi gambaran standar prestasi nasional.

Dispora mendorong hasil event ditindaklanjuti melalui latihan terstruktur, dukungan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi berikutnya. Tanpa jalur lanjutan, pengalaman menjadi tuan rumah akan berhenti sebagai agenda seremonial.

“Meningkatkan kualitas atlet,” jelas Basuki.

Pemerintah juga ingin peserta membawa pengalaman positif tentang Kutim. Selama berada di daerah, rombongan tidak hanya melihat venue, tetapi berinteraksi dengan pelayanan, masyarakat, kuliner, dan aktivitas lokal. Hal itu membuka ruang promosi yang sulit diperoleh melalui iklan biasa.

Pengalaman menyelenggarakan NCS 3 menjadi modal untuk mengejar event olahraga lain. Kesiapan fasilitas dan organisasi akan terus dievaluasi agar kejuaraan berikutnya memberi manfaat yang lebih besar bagi atlet dan ekonomi warga.

Bagi Kutim, kehadiran sebelas provinsi juga menjadi ujian kesiapan pelayanan daerah. Penginapan, transportasi, kuliner, keamanan, serta pengelolaan venue harus bekerja dalam ritme yang sama agar peserta memperoleh pengalaman yang baik selama berada di Sangatta.

Evaluasi setelah kejuaraan dibutuhkan untuk mencatat kekurangan teknis, kebutuhan fasilitas, dan pola koordinasi antarpanitia. Catatan itu akan menjadi dasar apabila Kutim kembali dipercaya menggelar kompetisi nasional dengan jumlah peserta yang lebih besar.

“Memperluas partisipasi masyarakat,” tegasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }