Tangkap layarNEWSBORNEO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur memperkuat pelayanan administrasi kependudukan melalui SIAP KAWAL. Program ini menjadi penghubung berbagai inovasi adminduk agar warga dapat mengakses layanan dari lebih banyak titik, termasuk desa dan fasilitas kesehatan.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, mengatakan SIAP KAWAL dirancang sebagai payung pelayanan yang menghubungkan kebutuhan dokumen dengan instansi terkait. Salah satu layanan yang terintegrasi ialah Parkitmas, yakni pengurusan dokumen bayi baru lahir melalui rumah sakit dan puskesmas.
“SIAP KAWAL menjadi muara,” ujar Jumeah.
Kolaborasi juga menyentuh kebutuhan dokumen pegawai yang memasuki masa pensiun, pencatatan kematian, hingga perubahan status perkawinan. Disdukcapil berkoordinasi dengan perangkat daerah, Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama, serta petugas penghubung lain agar perubahan data dapat ditindaklanjuti lebih cepat.
Pelayanan kemudian diperluas melalui operator di tingkat desa. Warga tidak selalu harus menuju kantor Disdukcapil di pusat kabupaten hanya untuk memperoleh informasi atau memulai proses administrasi. Model ini penting bagi Kutim yang memiliki wilayah luas dan jarak antarkecamatan cukup jauh.
“Program Parkitmas” menjadi salah satu layanan yang terhubung dalam sistem itu, katanya.
Disdukcapil tetap menempatkan akurasi sebagai syarat utama. Setiap perubahan data harus memiliki dokumen pendukung yang sah karena hasilnya akan digunakan pada pelayanan pendidikan, kesehatan, perbankan, bantuan sosial, serta kebutuhan administratif lainnya.
Pekerjaan berikutnya ialah meningkatkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Aktivasi IKD masih membutuhkan perluasan sosialisasi dan pendampingan agar masyarakat memahami fungsi identitas digital serta cara menggunakannya.
“IKD masih menjadi pekerjaan rumah,” jelas Jumeah.
Ia berharap perluasan titik layanan membuat masyarakat semakin mudah mengurus dokumen tanpa mengurangi ketelitian. Disdukcapil juga akan terus mengevaluasi operator dan jejaring pelayanan agar setiap inovasi benar-benar bekerja di lapangan.
SIAP KAWAL juga membuat inovasi yang sebelumnya berdiri sendiri dapat dipantau dalam satu kerangka pelayanan. Ketika ada hambatan pada satu titik, Disdukcapil lebih mudah mengetahui instansi atau operator mana yang perlu berkoordinasi agar permohonan warga tidak tertahan terlalu lama.
Pendekatan lintas instansi dinilai penting karena perubahan data penduduk sering berkaitan dengan layanan lain. Perkawinan, kelahiran, kematian, pensiun, dan perpindahan status keluarga membutuhkan dokumen dari lembaga berbeda, sehingga koordinasi menjadi bagian utama dari percepatan pelayanan.
“Kami kembangkan pelayanan adminduk,” ujarnya. (ADV)
Tidak ada komentar