
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Bontang Eko MashudiBONTANG – Rencana penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provins Kalimantan Timur alias Porprov Kaltim 2026 memunculkan kekhawatiran di kalangan atlet dan pengurus cabang olahraga di Kota Bontang. Kebijakan yang sedang dipertimbangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu dinilai berpotensi merugikan sejumlah atlet yang telah mempersiapkan diri untuk berlaga.
Jika penundaan benar terjadi, sebagian atlet dikhawatirkan tidak lagi memenuhi syarat usia yang ditetapkan dalam regulasi pertandingan. Kondisi tersebut dapat membuat mereka kehilangan kesempatan tampil mewakili daerahnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Bontang Eko Mashudi mengatakan pihaknya masih mencermati dampak dari rencana penundaan tersebut, termasuk melakukan pendataan terhadap atlet yang berpotensi terdampak.
“Program persiapan yang telah dirancang oleh sebagian cabang olahraga tentu harus menyesuaikan kembali apabila Porprov ditunda. Salah satunya terkait batas usia atlet yang mungkin sudah melewati ketentuan saat pelaksanaan diundur,” ujar Eko Mashudi, Rabu (11/3/2026).
Program Latihan Berpotensi Berubah
Menurut Eko, penundaan Porprov juga akan berdampak pada berbagai agenda persiapan yang telah disusun oleh masing-masing cabang olahraga. Program latihan yang selama ini dirancang untuk mencapai kondisi puncak performa (peak performance) menjelang pertandingan harus disesuaikan kembali dengan jadwal baru.
Ia mengakui potensi adanya atlet yang kehilangan kesempatan tampil cukup besar, terutama bagi mereka yang berada di batas usia maksimal dalam regulasi kejuaraan.
“Potensi itu ada. Namun saat ini kami masih melakukan pendataan dan menelaah kembali regulasi yang nantinya akan berlaku,” katanya.
Persiapan Tetap Berjalan
Meski ada kemungkinan penundaan, Disporaparekraf Bontang memastikan bahwa program persiapan atlet tetap berjalan sesuai rencana. Pemerintah Kota Bontang bersama pengurus cabang olahraga terus melaksanakan program pelatihan sambil menunggu keputusan resmi mengenai jadwal Porprov Kaltim.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesiapan atlet sekaligus memastikan program pembinaan tetap berjalan.
“Kami tetap menjalankan program latihan melalui cabang-cabang olahraga. Selain itu, kami juga menyiapkan anggaran serta fasilitas pendukung, termasuk sarana latihan dengan berkoordinasi bersama instansi dan pemangku kepentingan terkait,” jelasnya. (JUN)
Tidak ada komentar