Cerita Sofyan Hasdam Ikut Andil Berdirinya RSUD Taman Husada Bontang

Sofyan Hasdam menunjukan prasasti peresmian RSUD Taman Husada Bontang yang ditandatangani Wakil Presiden Jusuf Kalla.

newsborneo.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang, terus berkembang. Pun, fasilitas sarana prasana kesehatan hingga tenaga kesehatan juga semakin memadai bagi masyarakat.

Histori berdirinya RSUD Taman Husada, Bontang tak lepas dari campur tangan Andi Sofyan Hasdam, Wali Kota Bontang periode 1999 hingga 2011. Rumah sakit pelat merah di masa kepemimpinan Andi Sofyan Hasdam itu, merupakan RSUD perdana di Kota Madya Bontang, Kaltim.

Keinginan untuk mendirikan RSUD itu, dikatakan Andi Sofyan Hasdam. Tujuannya, agar masyarakat dapat merasakan kemudahan akses pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai, termasuk bagi masyarakat tak mampu. Lantaran saat itu masyarakat hanya menggunakan puskesmas untuk pelayanan kesehatan.

Pada 12 November 2022, RSUD Taman Husada Bontang diresmikan dan mengalami perubahan status dari Puskesmas Rawat Inap menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C, berdasarkan keputusan Wali Kota Bontang Nomor 519 Tahun 2022. Sementara, peresmian gedung dilakukan pada 13 Desember 2006, ditandai dengan prasasti yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan mulai difungsikan sejak 22 Januari 2007.

Sejarah ini, dikisahkan Andi Sofyan Hasdam yang pernah berkarir sebagai dokter spesialis saraf dan kini menyandang gelar doktor lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), saat mengunjungi RSUD Bontang didampingi sang istri, Neni Moerniaeni yang juga bergelut di dunia kedokteran dan mantan Wali Kota Bontang periode 2016 hingga 2021.

Andi Sofyan Hasdam mengisahkan bagaimana peliknya membangun dan menyelesaikan prosedur pembangunan RSUD Taman Husada Bontang. Hingga saat ini dapat digunakan masyarakat Bontang, Kutai Timur dan Kukar.

“Sejak saya terpilih menjadi Wali Kota Bontang pada 2021, kita memang belum memiliki rumah sakit umum, yang ada saat itu baru Puskesmas Bontang Utara. Puskesmas itu yang terpaksa digunakan menjadi rumah sakit umum, karena saat itu terjadi lonjakan penyakit DBD,” ungkap pria yang dijuluki “Bapak Pembangunan Kota Bontang” itu.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam membangun RSUD Taman Husada Bontang berlokasi di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat ini, kata Sofyan Hasdam adalah peroses pembebasan lahan.

Pada waktu itu, lahan yang ditempati masuk dalam kawasan hutan lindung. Namun, oleh menteri kehutanan mengizinkan dibangun RSUD Taman Husada Bontang dengan kompensasi membangun (Green Belt Area) kawasan hijau dengan menanam pohon seluas 5 hektare.

Setelah itu, Pemkot berusaha keras membangun rumah sakit ini. Usai melalui berbagai rintangan, termasuk pembebasan lahan, barulah di tahun 2026 kita dapat memiliki RSUD Taman Husada ini dan mulai berkembang.

“Seingat saya di zaman Neni Moerniaeni menjadi Wali Kota Bontang terbangun lagi 1 unit untuk pelayanan Covid-19. Alhamdulillah sampai saat ini dapat digunakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sejak saat itu, RSUD Taman Husada Kota Bontang terus berkembang. Di zaman kepemimpinan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni periode 2016 hingga 2021 itu, juga turut berperan andil dalam pengembangan sarana dan prasarana kesehatan di RSUD Taman Husada Kota Bontang.

Dimana pada 25 Oktober 2019, Neni Moerniaeni meresmikan langsung gedung klinik khusus untuk cuci darah (Hemodialisa) yang dilengkapi segala fasilitas, termasuk 18 unit mesin Hemodialisa. Sementara pada 23 Mei 2020 juga meresmikan gedung ruang untuk isolasi Covid-19. Dimana ruang isolasi itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas di dalamnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *