Pembukaan seleksi Paskibaraka di Aula Hotel Five Style Kutai Permai, Selasa (7/4/2026) malam.SANGATTA – Sebanyak 134 pemuda dan pemudi terpilih dari 204 pendaftar memasuki tahap seleksi fisik Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutai Timur (Kutim) 2026. Pembukaan seleksi secara resmi dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Aula Hotel Five Style Kutai Permai, Selasa (7/4/2026) malam.
Dari jumlah tersebut, 85 putra dan 49 putri telah berhasil melewati serangkaian ujian ketat sejak Januari 2026, mulai dari seleksi administrasi selama 12 hari, tes wawasan kebangsaan (TWK), hingga tes intelegensi umum (TIU) pada 12–13 Maret lalu.
“Seluruh peserta yang hadir hari ini telah melewati proses penyaringan awal secara daring. Dari hasil seleksi tersebut, terjaring 134 peserta yang berhak mengikuti seleksi fisik mulai 7 hingga 10 April,” ujar Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Badan Kesbangpol Kutim, Hapiah, dalam laporan panitia.
Seleksi fisik yang berlangsung selama empat hari ini menerapkan sistem gugur di setiap tahapan. Proses dimulai dengan pemeriksaan kesehatan awal, yang langsung memfilter enam peserta karena berbagai alasan, mulai dari pengunduran diri, kecelakaan, hingga tidak memenuhi standar kesehatan—terutama pada pemeriksaan penglihatan.
“Setiap tahapan menggunakan sistem gugur, sehingga peserta yang tidak memenuhi kriteria langsung tersaring pada tahap tersebut,” tegas Hapiah.
Sementara, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya persiapan komprehensif bagi seluruh calon Paskibraka. Ia berpesan agar para peserta senantiasa memaksimalkan kesiapan mental, fisik, dan kedisiplinan dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.
“Saya berpesan kepada kalian sebagai calon putra-putri terbaik daerah yang nantinya akan terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, agar senantiasa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ardiansyah menambahkan, persaingan sehat antarpeserta dari berbagai kecamatan di Kutim harus diimbangi dengan ketahanan fisik prima, postur tubuh sesuai standar, serta moralitas yang baik.
Lebih dari sekadar seleksi, ia menegaskan bahwa Paskibraka memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sebagai bagian dari estafet kepemimpinan bangsa dan ketahanan nasional.
“Menjadi Paskibraka bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses pembinaan dan penempaan diri. Dari sini akan lahir purna Paskibraka yang tangguh dan berkarakter,” ungkapnya.
Kegiatan pembukaan seleksi ini turut dihadiri perwakilan Badan Kesbangpol Kaltim, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Syarifuddin Noor, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, tim penilai, tim medis, para pelatih, serta ratusan peserta seleksi.
Melalui seleksi ketat ini, Pemkab Kutim berharap dapat menghasilkan generasi muda Kutim yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan visi ke depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 serta menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. (RIL)
Tidak ada komentar