160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

52 Personel Polres Bontang Siap Diterjunkan jadi Polisi RW

KEPOLISIAN Resor (Polres) Bontang meluncurkan Program Polisi Rukun Warga (RW), Selasa (16/5/2023).
750 x 100 AD PLACEMENT

KEPOLISIAN Resor (Polres) Bontang meluncurkan Program Polisi Rukun Warga (RW), Selasa (16/5/2023). Sebanyak 52 personelnya telah disiapkan untuk disebar di wilayah Kota Taman, guna bertanggung jawab atas wilayah RT-RT binaannya.

Kepala Polres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya menjelaskan, Polisi RW merupakan modifikasi dari kebutuhan masyarakat yang bersifat kekinian. Tugas Polisi RW nantinya, mirip seperti Bhabinkamtibmas. Namun lebih mengerucut lagi. Untuk di Bontang, kata Yusep, satu personel Polisi RW bisa membawahi 5-10 RT.

“Fungsinya lebih kepada menjadi mitra Bhabinkamtibmas di wilayah. Namun Polisi RW ini tidak berkantor seperti halnya Bhabinkamtibmas,” ujarnya usai kegiatan peluncuran di Ruang Rapat Utama (Rupatama) lantai 2 Mapolres Bontang, Kalimantan Timur.

Kapolres menyebut, saat ini terdapat 479 RT yang ada di wilayah Bontang. Pihaknya pun telah memetakan wilayah RT mana saja yang bakal menjadi tanggung jawab 52 personel Polisi RW. Sebab, Bontang merupakan kota yang sudah lama tidak memiliki perangkat RW.

“Tugas utamanya sebenarnya sama, yaitu Harkamtibmas (pemelihaaan keamanan dan ketertiban masyarakat). Namun dengan adanya Polisi RW, diharapkan pelayanan Polri bisa semakin dekat dengan masyarakat, responsif, dan komunikatif,” pungkas Yusep.

Sebagai informasi, Program Polisi RW diluncurkan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Fadil Imran. Program ini diadakan guna mengatasi permasalahan keamanan yang berpotensi muncul dari basis komunitas terendah, yakni lingkungan Rukun Warga (RW).

Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Fadil mengatakan kehadiran polisi di ruang lingkup RW bisa mewujudkan polisi sebagai pengayom bagi masyarakat.

Menurutnya, Polisi RW juga perlu memahami permasalahan masyarakat di tingkat RW mulai dari soal ekonomi masyarakat bahkan hingga kasus stunting.

“Bukan mengutamakan penegakan hukum, tapi mencegah itu lebih murah, lebih efektif. Kalau RW aman, kelurahan aman, dan seterusnya juga bakal aman,” tutur mantan Kapolda Metro Jaya itu. (*)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Print Friendly, PDF & Email

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

930 x 180 AD PLACEMENT