Heboh di Jagat Maya, Dinding Flyover Air Hitam Retak, Berikut Penjelasan Wali Kota Samarinda

oleh -324 views
Heboh di Jagat Maya, Dinding Flyover Air Hitam Retak, Berikut Penjelasan Wali Kota Samarinda
Dinas PUPR Samarinda bersama DPRD Samarinda saat mengecek retakan pada bagian landasan flyover atau jalan layang Air Hitam yang hebohkan masyarakat di Kota Tepian. Foto: Dokumentasi Humas Dinas PUPR Samarinda.

newsborneo.id – Sepekan terakhir jagat maya sedang dihebohkan dengan keretakan yang terjadi di bagian dinding landasan flyover (jalan layang) yang berada pada segmen Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kaltim.

Retaknya jalan layang yang menghubungkan Jalan Juanda dan Jalan Abdul Wahab Sjahranie itu menjadi ramai diperbincangkan warganet lantaran dikhawatirkan bisa mempengaruhi konstruksi flyover pertama di Kaltim tersebut.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menjawab kekhawatiran tersebut dengan memberikan penjelasan bahwa keretakan yang terjadi pada landasan flyover itu tidak mempengaruhi konstruksi jalan layang sepanjang 643 meter tersebut.

“Jadi keretakan itu tidak ada hubungannya dengan bangunan utama atau konstruksi utama flyover. Itu (keretakan dinding) hanya pada bagian aksesorisnya. Sederhananya (menjelaskannya) begitu,” ucap Andi Harun.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu mengatakan kondisi retakan tersebut sudah ditinjau langsung oleh Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Senin (12/9/2022) lalu.

Hasilnya, tim dari Bina Marga Dinas PUPR Samarinda menyimpulkan keretakan terjadi disebabkan urukan tanah masih basah saat pembangunan landasan flyover itu dilakukan.

“Setelah mengering terjadi rongga dan menekan ke panel beton modular. Namun demikian saya sudah sampaikan ke Ibu Dessy (Kadis PUPR Samarinda) untuk tetap memperbaiki retakan, meski tidak ada hubungannya pada bagian konstruksi utama,” tegasnya.

Pria yang beken disapa AH itu menjelaskan model landasan flyover itu sengaja ditutup dengan menggunakan tanah dan tertutup dinding. Hanya agar tidak ada celah kosong atau kolongan yang bisa jadi tempat tinggal dan terhindar dari kesan kumuh.

“Dinding tanah pada badan flyover ini sudah didesain sedemikian. Tujuannya hanya supaya tidak ada celah kosong di bawah flyover dan ruang yang biasa dijadikan tempat bernaung,” kata AH.

Terpisah Kepala Dinas PUPR, Desy Damayanti menyampaikan pihaknya kini sedang mengebut pengerjaan perbaikan pada bagian retakan dinding flyover dengan anggarannya sebesar Rp 200 juta.

“Sekarang kami lagi lakukan pembongkaran dan akan diganti dengan material yang lebih kuat lagi dan lebih ringan,” jelasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.