Kapal Pengangkut Batu Bara Tenggelam di Muara Pegah, 3 ABK Hilang

oleh -4 views
Kapal Pengangkut Batu Bara Tenggelam di Muara Pegah, 3 ABK Hilang
Tim Basarnas Kaltim saat melakukan pencarian tiga anak buah kapal (ABK) dari KM Mahkota yang tenggelam di perairan Muara Pegah, Kutai Kartanegara. Foto : Basarnas Kaltim.

newsborneo.id – Kapal Motor (KM) Mahkota yang tengah berlayar di perairan Muara Pegah, Kutai Kartanegara, tenggelam setelah diterjang ombak, Selasa (13/9/2022) malam.

Dalam peristiwa itu, tiga dari lima orang anak buah kapal (ABK) KM Mahkota dinyatakan hilang tenggelam. Sejak Rabu (14/9/2022) pagi, tim dari Basarnas Kaltim berupaya mlakukan pencarian terhadap ketiga korban yang hilang itu.

Namun pencarian yang dilakukan tim Basarnas dengan cara menyisir kawasan perairan itu masih belum membuahkan hasil.

Kepala Basarnas Kaltim Melkianus Kotta mengungkapkan peristiwa itu dialami KM Mahkota, Selasa (13/9/2022) malam sekira pukul 23.00 WITA. Saat itu KM Mahkota yang sedang tidak bermuatan batu bara itu sedang berlayar dari perairan Muara Pegah menuju Samarinda.

Namun saat perjalanan, KM Mahkota diterjang cuaca buruk. Tiba-tiba kapal dihantam ombak besar. Kondisi tersebut menyebabkan lima ABK ikut tenggelam.

“Dua ABK ditemukan selamat dengan tugboat yang sedang melintas di kawasan itu.  Sementara tiga ABK lainnya tidak ditemukan,” ungkap Melkianus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/9/2022).

Ketiga ABK yang belum berhasil ditemukan, yaitu M Sofyan warga Pomala, Sulawesi Tenggara. Kemudian Ilham warga Bone, Sulawesi Selatan dan Andi Abbe, warga Salomekko, Sulawesi Selatan.

“Sementara dua korban selamat bernama M Riskiawan warga Bontang, Kaltim dan Hasbir warga Salomekko, Sulawesi Selatan,” beber pria yang akrab disapa Melky tersebut.

Lebih lanjut Melky menjelaskan, pihaknya baru menerima laporan kejadian itu dari Polairud pada Rabu siang sekitar pukul 12.15 WITA. Laporan hilangnya ketiga orang ABK itu lantas ditindaklanjuti dengan dikerahkan satu tim SAR Unit Balikpapan ke lokasi kejadian.

Dari Pelabuhan Somber di Kota Balikpapan, tim berangkat ke titik kejadian yang berada di koordinat 0°59’19.8″S –117°20’8.3″T dengan bejarak sekitar 45 nautical miles mengarah ke timur laut. “Personel membawa alat selam, alat komunikasi dan peralatan medis,” kata Melky.

Selain Basarnas, unsur tim pencarian dan penyelamatan lainnya yang terlibat dalam operasi SAR, di antaranya Polairud Muara Pegah, personel Pos Angkatan Laut Muara Pegah, masyarakat serta keluarga korban.

“Pencarian yang telah dilakukan pada Rabu sore tadi masih belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan Kamis (15/9) pagi besok,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.