Sidak Kondisi Flyover Juanda, DPRD Samarinda Minta Bagian yang Rusak Diperbaiki

oleh -6 views
Sidak Kondisi Flyover Juanda, DPRD Samarinda Minta Bagian yang Rusak Diperbaiki
Komisi III DPRD Samarinda meninjau kondisi bagian flyover Juanda, Kelurahan Air Hitam, Samarinda.

newsborneo.id – Komisi III DPRD Samarinda meninjau langsung kondisi flyover, penghubung Jalan Ir Juanda dan Jalan AW Syahrani, Senin (12/9/2022) siang.

Pemberitaan yang belakangan ramai mengenai retaknya jembatan layang itu langsung direspons dengan sigap oleh Komisi III dengan agenda Sidak ini.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengatakan, berita retaknya flyover menjadi hal yang serius karena merupakan salah satu akses utama bagi pengguna jalan di Kota Tepian.

“Kita sebenarnya melihat sepintas saja tapi menjadi hal yang serius ketika ada kekhawatiran dari warga masyarakat terhadap jembatan ini, karena ini menjadi akses pokok kita sekarang.” kata Ketua Komisi III Angkasa Jaya Djoerani.

Tidak hanya anggota Komisi III peninjauan dihadiri juga oleh Dinas PUPR yang diwakili oleh Kabid Bina Marga PUPR Budi Santoso. Kehadiran PUPR diharapkan dapat memberikan keterangan terhadap kondisi konstruksi flyover tersebut.

Dari tinjauan tersebut dapat ditarik benang merah bahwa sesungguhnya bagian yang retak dari bangunan flyover itu tidak ada pengaruhnya dengan konstruksi jembatan.

“Jadi teman-teman disampaikan juga bahwa sebenarnya secara konstruksi tidak ada pengaruhnya,” ujar Angkasa Jaya Djoerani kepada media usai melakukan tinjauan kondisi flyover.

Bagian yang retak itu difungsikan untuk menutupi rongga bawah jembatan sehingga tidak diperuntukan sebagai tempat tinggal atau peruntukan lain yang akan merusak estetika.

“Jadi itu hanya pengaruh di bagian bahwa jembatan ini fungsinya hanya menutupi kolom sebenarnya, kenapa ditutupi bawah jembatan ini untuk tidak dijadikan dimanfaatkan oleh masyarakat di tempat tinggali segala macam,” imbuhnya.

Untuk penyebab terjadinya retakan sendiri, Angkasa menyampaikan itu terjadi dikarenakan pada saat pembangunan tanah diuruk dalam keadaan basah.

Sehingga ketika mengering dan terbentuk rongga akhirnya terjadi penurunan, dinding-dinding juga ikut tertarik dan terjadi keretakan seperti saat ini.

“Karena waktu konstruksi, diuruk itu tanah itu dalam keadaan basah ya, dan ketika dia mengering kan terjadi rongga itu nah itu yang turun,” jelasnya.

Terhadap keretakan dinding flyover itu Ketua Komisi III meminta Pemkot tidak memandang sebelah mata dan melakukan perbaikan untuk menjaga keindahan kota.

“Ya kita harapkan hal seperti ini yang tidak indah dipandang oleh mata itu diperbaiki,” ucapnya. (ADS/DPRD SAMARINDA)

No More Posts Available.

No more pages to load.