Seberapa Penting Rute Kapal Bontang-Mamuju?

oleh -8 views
Seberapa Penting Rute Kapal Bontang-Mamuju?
Ilustrasi aktivitas kapal bersandar di Pelabuhan Lok Tuan.

newsborneo.id – Keberadaan warga Mamuju, Sulawesi Barat yang berdomisili Bontang dijadikan alasan mendasar, pemerintah mengupayakan adanya kapal khusus rute Bontang-Mamuju.

Dari informasi yang diterima media ini, warga yang masih memiliki darah pertalian keluarga di Bontang mencapai 20 ribuan orang.

Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi menyatakan langkah tepat bila kedua daerah kerja sama memperjuangkan suara warga Mamuju. Membuka rute pelayaran Bontang-Mamuju.

Pun pihaknya menyatakan telah menyiapkan tiga pelabuhan yang bakal ditinjau dari tim Kementerian Perhubungan RI. Pelabuhan itu nantinya dijadikan lokasi sandar kapal yang kala berlabuh dari Pelabuhan Umum Lok Tuan, Bontang.

“Kami itu punya tiga pelabuhan loh. Pasti bisa buat nampung kapal dari Pelni,” kata dia usai mengikuti kegiatan peletakan batu pertama, di Tanjung Laut Indah, Selasa (6/9/2022).

Upaya itu, ia prediksikan memiliki kekuatan besar. Setelah Pemkot Bontang memberikan sinyal positif. Bahkan, sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian.

Meski sempat beredar kabar bila pelabuhan Mamuju dikatakan tidak layak untuk dijadikan pelabuhan penumpang, Sitti memastikan pihak yang memantau tidak berkeliling ke dua pelabuhan lainnya di Mamuju.

Ia yakin, Mamuju sudah memiliki pelabuhan besar dengan standar nasional. Seperti Pelabuhan Belang-Belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulbar. “Kami yakin pelabuhan itu bisa jadi solusi, biar warga Mamuju juga terfasilitasi buat pulang kampung,” tegasnya.

Sitti sapaan dia, menyatakan saat ini sudah ada kapal milik swasta yang siap mengisi sisi bisnis pelabuhan itu. Namun terkendala dengan harga tiket yang mahal, sehingga pihaknya masih perlu pertimbangan lebih lanjut.

“Kalau kapal pelni itu harganya lebih terjangkau, karena masih punya BUMN,” jelas dia.

Selain melimpahnya calon penumpang tujuan Mamuju. Hal lain yang dapat menjadi alasan. Saat ini, Bontang dan Mamuju sudah menandatangani Memorandum of Understanding alias MoU terkait kerja sama daerah di bidang pertanian.

Buah kerja sama itu, dipastikan Bontang bakal mendapat asupan beras dan kelapa yang berasal dari Mamuju. Moda transportasi yang paling memungkinkan yakni jalur kapal laut. Dari sektor ekonomi, kerja sama itu tentu menguntungkan masing-masing daerah.

Demi memastikan kerja sama itu berjalan dengan baik, nanti pihaknya akan mengagendakan kegiatan kunjungan ke Kementerian Perhubungan.

“Nanti kami juga bakal atur jadwal ketemu dengan kementerian. Pemkot Bontang kan sudah. Ini giliran kami. Tapi kalau bisa berbarengan, lebih baik,” jelasnya.

Terkait rencana itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina bakal menyiapkan waktu khusus untuk mengawal pertemuan dengan Kementerian Perhubungan.

Amir Tosina diketahui, salah satu politisi Bontang kelahiran Mamuju yang gencar menyuarakan terkait aspirasi masyarakat tersebut. Selain pertemuan dengan kementerian, ia juga merencanakan pertemuan dengan pejabat perwakilan Kaltim di DPR-RI.

“Saya akan atur juga jadwal kawal Bu bupati. Semoga kedatangan bupati ini bisa jadi sinyal positif untuk sandar kapal Pelni,” sebutnya.

“Semoga di bulan ini bisa tembus dua kali pertemuan dengan Kementerian. Soal wakil Kaltim di DPR-RI, itu juga bakal saya mintai dukungan,” sambungnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.