Pelari Samarinda Meninggal Dunia saat Ikuti Balikpapan Open 10K

oleh -437 views
Pelari Samarinda Meninggal Dunia saat Ikuti Balikpapan Open 10K
Seorang pelari asal Samarinda, Mohammad Jufri (46) meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) tersebut, Minggu (4/9/2022) pagi. (IST)

newsborneo.id – Balikpapan Open 10K memakan korban. Seorang pelari asal Samarinda, Mohammad Jufri (46) meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) tersebut, Minggu (4/9/2022) pagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarti mengatakan jika yang bersangkutan merupakan peserta lomba dari Samarinda untuk kategori veteran.

Ia menjelaskan bahwa yang bersangkutan dilaporkan terjatuh ketika masih menyelesaikan rute lomba, di sekitar depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

“Yang meninggal itu adalah peserta bernomor punggung 0183. Dari laporan yang kami terima yang bersangkutan jatuh di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Di sana kita ada menempatkan tim P3K dari Puskesmas Klandasan Ilir,” jelas dia.

Atas kejadian tersebut tim kesehatan langsung melakukan tindakan pertolongan pertama. Dari laporan tim medis, sudah tidak ditemukan denyut nadi, kemudian tekanan darah juga sudah tidak terukur, pupil mata 3 mm dan kesadaran 3. Dan itu adalah tanda-tanda vital dari sisi medis.

Selanjutnya, tim medis juga berupa memompa jantung dan paru yang bersangkutan. Kemudian dilakukan pemberian epinefrin, tetap tidak ada perbaikan dan akhirnya dirujuk ke RSUD Beriman.

Lanjut Andi Sri Juliarty, setibanya di RSUD Beriman, ketika dilakukan pemeriksaan EKG jantung, hasilnya tidak baik. “Jadi memang kematiannya itu dalam perjalanan dari Dinas Kesehatan menuju RSUD beriman,” ujarnya.

Untuk sementara dugaan meninggal dunianya yang bersangkutan diakibatkan karena serangan jantung.  Dan saat ini pihak keluarga sudah ada di RSUD beriman.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Dia berharap semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan ketabahan.

“Kejadian ini adalah kejadian yang tidak diinginkan dan kejadian ini sudah ditangani oleh dinas kesehatan,” ujarnya.

Terkait apakah akan ada santunan yang akan diberikan oleh pihak Pemerintah Kota Balikpapan, Rahmad menuturkan pihaknya masih melihat perkembangan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.