Korban Asusila Oknum Dosen Unmul Diduga Bukan Hanya 3 Mahasiswi Saja

oleh -5 views
Akhirnya, Oknum Dosen Unmul Berbuat Asusila Dipolisikan
LKBH Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dan Pusat Studi Perempuan dan Anak (PUSHPA) melaporkan dugaan pelecehan oknum dosen Unmul di Polresta Samarinda, Senin (29/8/2022).

newsborneo.id – Oknum dosen pembimbing Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman berinisial DS dilaporkan ke polisi atas dugaan telah berbuat asusila terhadap tiga mahasiswinya ke Polresta Samarinda, Senin (29/8/2022) siang.

Oknum dosen itu diduga telah melakukan pelecehan seksual dengan modus bimbingan skripsi. Diketahui, tindak pelecehan dialami korbannya sejak 12 Juni 2021 lalu.

Terduga pelaku yang merupakan dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi itu meminta mahasiswinya untuk memijat dan mengelus-elus pipinya.

Tindakan yang dianggap melecehkan tersebut kembali terjadi. Pria itu meminta ketiga korbannya untuk memasangkan kaos sedangkan kakinya diletakan ke atas paha salah satu mahasiswi.

Tak hanya sampai di situ, menurut dari rilis yang diterima, pada Jumat 11 Maret 2021, terduga pelaku turut melakukan pemerasan dengan meminta mahasiswa tersebut mengisikan pulsa sebesar Rp 50 ribu.

Selanjutnya, Rabu 23 Maret 2022, dosen itu kembali meminta dibelikan kopi dan tisu seharga Rp 98 ribu. Sampai hari ini, terduga pelaku belum menggantikan uang tersebut. Ketiga korban terakhir mengalami dugaan pelecehan seksual pada April 2022. Terduga pelaku nekat menyentuh pipi dan meminta korban memijatnya.

Salah satu korban itu juga mengaku sering kali mendapatkan pesan singkat dari terlapor yang isinya mengarah pada ke tindakan kesusilaan dengan modus bimbingan skripsi.

Merasa tidak nyaman, para korban kekerasan seksual dan pemerasan memberanikan diri melaporkan kejadian tersebut ke Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fahutan Unmul.

Akibat rentetan peristiwa memilukan tersebut, ketiga korban dikabarkan sampai mengalami trauma psikis.

Hingga akhirnya kasus dugaan pelecehan seksual ini mendapat pendampingan dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Unmul dan Pusat Studi Perempuan dan Anak (PUSHPA) untuk melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian.

Kuasa Hukum dari LKBH Fahutan Unmul, Robert Wilson Berliando mengatakan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual ini secara resmi telah dilaporkan ke Polresta Samarinda agar dapat diproses secara hukum.

“Jadi ketiga korban sudah sampaikan laporan secara tertulis (laptul). Ini masih tahap awal dan kami menyerahkan seluruhnya kepada penyidik dalam hal ini Polresta Samarinda. Dan akan kami kawal sampai akhir,” ungkap Robert.

Robert melanjutkan setelah memberikan laporan tertulis tersebut, pihaknya kini tinggal menunggu perkembangan penanganan dari para penyidik Satreskrim Polresta Samarinda.

No More Posts Available.

No more pages to load.