Harga Telur Ayam di Bontang Hampir Rp 70 Ribu per Piring

oleh -20 views
Harga Telur Ayam di Bontang Hampir Rp 70 Ribu per Piring
Pedagang telur ayam di Pasar Taman Rawa Indah, Bontang

newsborneo.id – Sepekan belakangan ini harga telur ayam ras di pasar tradisional dan modern di Kota Bontang, Kalimantan Timur mengalami kenaikan harga. Kenaikan bahkan sampai Rp 7 ribu.

Pagi Jumat (26/8/2022), saat awak media ini melakukan pantauan pasar. Mendapatkan keterangan bila harga sudah mulai naik sejak 10 hari lalu.

Seperti yang diungkapkan Murni, salah seorang pedagang di Pasar Taman Rawa Indan (Tamrin) Tanjung Laut Indah. Ia menyatakan sebelumnya seluruh pedagang menjual telur dalam satu rak atau piring hanya seharga Rp 55 ribu untuk ukuran kecil. Sementara ukuran sedang, dibandrol dengan harga Rp 58 ribu dan ukuran besar dijual dengan harga Rp 60 ribu.

Saat ini, harga sudah melambung. Untuk ukuran kecil dijual dengan harga Rp 63 ribu, ukuran sedang seharga Rp 65 ribu, dan ukuran paling besar dijual Rp 68 ribu.

Dia mengaku harga itu merupakan kesepakatan antara pedagang yang menjual sebagai pihak ketiga. “Tinggi sekali kan naiknya ini,” ujar Murni.

Demi menjaga telur tidak membusuk, dirinya pun membatasi pesanan. Yang biasanya memesan hingga ratusan piring, kini ia pesan hanya setengah dari hari biasanya.

“Jelas saya kurangin. Takut busuk kalau kondisi harga seperti ini,” kata Murni.

Sementara, pedagang telur lain di pasar yang sama. Erna menyatakan tak tahu menahu ihwal penyebab kenaikan harga telur tersebut.

Namun yang persis ia pahami, kondisi itu sudah dialami seluruh pasar. Surabaya asal telur yang ia jual, sudah mengalami lonjakan kenaikan harga. Sehingga saat sampai di pasar sudah dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal.

“Dengar informasi dari agen, harga sudah naik di Surabaya mas,” kata dia.

Erna mengaku pelanggan di lapaknya sudah mengurangi jumlah pesanan. Bahkan hanya memesan setengah dari pesanan biasanya. Seperti pelanggannya pagi tadi, dari yang sebelumnya sering memesan hingga lima piring. Kini hanya membeli dua piring saja untuk kebutuhan jualan.

“Sudah berkurang, biasa saya sehari bisa sampai 15 piring yang dijual. Sekarang kalau 10 piring sudah sukur,” ujarnya.

Diketahui, menurut pemberitaan di media nasional menyebutkan alasan tingginya harga telur ayam ras. Ini merupakan efek domino dari kondisi ayam yang tidak diregenerasi petani. Akibatnya terjadi kekosongan produksi. Kondisi diprediksi akan memulai membaik menjelang akhir tahun ini. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.