Angka Stunting di Bontang Tembus 19,6 Persen, Pemkot Atur Strategi

oleh -63 views
Angka Stunting di Bontang Tinggi, Pemkot Atur Strategi

newsborneo.id – Angka stunting alias balita dengan kondisi kekurangan gizi di Kota Bontang, Kalimantan Timur capai 19,6 persen atau setara dengan 1.099 anak (data BPS 2021). Angka tertinggi berada di Kelurahan Lok Tuan sebanyak 198 anak.

Kondisi itu membuat pemerintah kembali mengagendakan rembuk stunting demi menyelamatkan calon generasi penerus Bontang.

Dalam pertemuan yang digelar di Pendopo, mulai dari pemerintah di tingkat kecamatan sampai dinas, bakal saling sharing ihwal strategi pemerintah dalam menurunkan angka stunting.

Dalam sambutannya, mewakili Wali Kota Bontang Basri Rase, Tenaga Ahli Pemkot Bontang Sigit Alfian, menyatakan dalam program ini yang menjadi kunci ialah lurah di tiga kecamatan.

“Ujung tombak dari program Stunting ini lurah, dengan pengawalan dari Dinkes dan Dinsos,” kata Sigit dalam sambutannya, Kamis (25/8/2022).

Dalam pengertian ideal, stunting dapat diartikan sebagai kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis dalam 100 hari pertama kehidupan (HPK).

Dengan tingginya angka stunting Bontang, kata Sigit perlu gerak kolaborasi antar semua lini. Baik dari pihak kelurahan, PKK, sampai dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, Dissos-PM, Diknas, dan DKP3.

Ada empat strategi pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Pertama, penguatan akses dan mutu kesehatan secara merata. Kedua, peningkatan ketahanan dan kemanan pangan masyarakat. Ketiga, menguatkan pemberdayaan, pembinaan perempuan dan anak. Dan keempat, penataan kawasan layak huni.

“Jadi rembuk ini bertujuan agar seluruh aparat yang berperan bisa bersinergi,” tegas dia.

Dalam keterangan lain, diakui gelaran agenda Rembug Stunting ini mengalami keterlambatan. Idealnya dalam merumuskan ide ini sudah berjalan mulai minggu kedua Maret 2022 lalu. Tapi hal ini tetap harus berjalan, ketimbang tidak ada kegiatan sama sekali untuk mengurusi stunting.

Diketahui pula, agenda ini juga masuk dalam program dana stimulan RT. Dengan mengandalkan swakelola RT untuk mendistribusikan pemenuhan gizi tambahan (PMT). (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.