Ratusan Sopir Truk Demonstrasi Balai Kota Samarinda, Ini Tuntutannya

oleh -17 views
Ratusan sopir truk menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Samarinda pada Rabu (24/8/2022) siang. Aksi ini membuat beberapa titik jalan di Samarinda terpaksa ditutup karena banyaknya truk pendemo yang terparkir di badan jalan.
Ratusan sopir truk menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Samarinda pada Rabu (24/8/2022) siang. Aksi ini membuat beberapa titik jalan di Samarinda terpaksa ditutup karena banyaknya truk pendemo yang terparkir di badan jalan.

newsborneo.id – Ratusan sopir truk menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Samarinda pada Rabu (24/8/2022) siang. Aksi ini membuat beberapa titik jalan di Samarinda terpaksa ditutup karena banyaknya truk pendemo yang terparkir di badan jalan.

Dalam orasinya, mereka yang tergabung dalam Forum Gabungan Sopir Samarinda (FGSS) itu meminta pemerintah kota bisa mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan memberantas para pelaku calo penerbitan izin uji kir.

Uji kir merupakan sertifikasi kelayakan kendaraan. Sertifikasi ini digunakan diberlakukan untuk para sopir bisa menerima BBM  bersubsidi jenis solar.

Massa aksi merasa diberatkan dengan adanya kebijakan pemerintah kota yang mewajibkan penerima ataupun pembeli solar bersubsidi harus memiliki fuel card melalui lulus uji kir.

Para sopir meminta agar kebijakan lulus uji kir ditinjau kembali karena dianggap memberatkan lantaran mereka harus mengurangi atau memotong bak truk. Selain itu, biaya uji kir juga tidak sedikit dan bisa mengurangi pendapatan para sopir.

“Kami meminta Pemkot Samarinda mampu memberikan solusi, utamanya keluhan kami sopir truk soal kelangkaan BBM serta uji kir yang mengharuskan pemotongan bak truk. Kami merasa dipersulit,” ungkap Koordinator Aksi FGSS, Hendra kepada awak media.

Hendra menyampaikan keluhannya mengenai mafia solar bersubsidi yang berkeliaran. Dia berharap pemerintah kota dapat mengawasi serta menindak SPBU nakal di Samarinda.

“Kami hanya dibatasi 80 liter, sedangkan di luar sana banyak oknum-oknum sampai tiga kali isi. Oleh karena itu kami meminta Pemkot dan aparat kepolisian bisa mengawasi SPBU yang ada di Samarinda,” pintanya.

Hendra mengatakan para sopir truk juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan fuel card pengisian BBM solar bersubsidi dari Dinas Perhubungan Samarinda.

No More Posts Available.

No more pages to load.