Enam Perusda Kaltim Moncer, Setor PAD Rp174 Miliar, Terbesar Bankaltimtara

oleh -14 views
Enam Perusda Kaltim Moncer, Setor PAD Rp174 Miliar, Terbesar Bankaltimtara
Ilustrasi. Enam Perusda Kaltim Moncer, Setor PAD Rp174 Miliar, Terbesar Bankaltimtara

newsborneo.id – Kinerja enam Perusahaan Daerah (Perusda) Pemprov Kaltim pada masa pandemi Covid-19 masih moncer. Buktinya, sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk ke kas Pemprov mencapai Rp174 miliar.

Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Kaltim Suriansyah mengatakan, meski perekonomian secara umum bergerak sangat lamban, namun enam Perusda masih mampu berkontribusi bagi PAD.

“Kinerja tahun 2021 cukup baik karena mampu menyetor PAD sebesar Rp174,2 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari Bankaltimtara yakni Rp114 miliar,” kata Suriansyah di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (19/8/2022).

Menurutnya, kontribusi Bankaltimtara ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp100 miliar. Di posisi kedua ada PT Mandiri Migas Pratama (MMP) dengan setoran PAD senilai Rp44,8 miliar. Lalu disusul PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) dengan kontribusi PAD sebesar Rp9,8 miliar.

Perusda lainnya, PT Melati Bhakti Satya (MBS) memberikan kontribusi sebesar Rp3 miliar, kemudian PT Listrik Kaltim Rp2,1 miliar dan PT Silva Kaltim Sejahtera (SKS) menyumbang PAD Rp51 juta.

“Tapi ada dua Perusda yang kontribusinya masih nol. Yaitu PT Jamkrida dan PT AKU (Agro Kaltim Utama),” tegas Suriansyah.

Tahun 2020 dan 2021, PT Jamkrida belum bisa memberikan kontribusi PAD akibat mengalami kerugian, karena tingginya kredit macet dari pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Sedangkan PT AKU masih belum aktif secara operasional, akibat persoalan hukum yang menjerat pimpinan Perusda tersebut.

Gubernur Kaltim H Isran Noor sendiri berulangkali menegaskan, dirinya tidak akan mengintervensi organisasi Perusda. Namun Gubernur mengingatkan agar semua Perusda bekerja kreatif dan inovatif, tidak bekerja biasa-biasa saja, sebab kondisi ekonomi global menuntut itu sebagai dampak pandemi yang sudah berlangsung hampir tiga tahun ini.

Gubernur juga bersikap tegas agar Perusda tidak menjadi sarang korupsi, memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.

“Jangan menyerah dengan Covid dan kondisi apapun. Tapi ingat, jangan korupsi atau macam-macam. Tetap berkarya dan terus berinovasi demi Perusda yang lebih sehat dan maju,” tegas Isran Noor. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.