Cabai Pemicu Inflasi di Kaltim, Isran Noor: Jaga Pasokan Bahan Pokok!

oleh -5 views
Cabai Pemicu Inflasi di Kaltim, Isran Noor: Jaga Pasokan Bahan Pokok!
Ilustrasi, pedagang cabai.

newsborneo.id – Gubernur Kaltim, Isran Noor menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan kelancaran distribusi dan stok bahan pokok di Kaltim untuk menjamin inflasi terkendali. Pasalnya, salah satu pemicu inflasi adalah harga cabai yang notabene dipasok dari luar provinsi.

Gubernur Isran Noor mengatakan saat ini inflasi Kaltim masih di atas nasional yakni 4,94 persen. Hal ini dipicu kenaikan harga holtikultura seperti cabai. Harga bumbu dapur tersebut kerap berfluktuasi karena faktor iklim terutama saat curah hujan tinggi dan keterlambatan pasokan dari luar Kaltim.

Sementara, produksi lokal Kaltim jumlahnya masih sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pembeli.

“Diharapkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan koordinasi dan terus bergerak di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk menjaga bahan pokok yang menjadi pemicu inflasi,” kata Isran Noor usai mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi 2022, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (18/8/2022).

Untuk target inflasi, Isran Noor mengharapkan paling tidak sama dengan inflasi nasional 4,94 persen. Karena itu, TPID provinsi maupun kabupaten dan kota perlu terus berkoodinasi dan melakukan upaya-upaya agar inflasi di Kaltim bisa terkendali.

“TPID harus tetap menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke daerah, termasuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok,”ujarnya.

Dia juga meminta TPID melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat terkait inflasi, serta mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal yang bisa memicu dan mendukung inflasi bisa lebih naik lagi.

Presiden Joko Widodo dalam rakornas berkali-kali mengatakan jika situasi yang dihadapi saat ini tidak mudah karena semua negara kesulitan. Dimulai dari pandemi Covid yang belum pulih, lalu kemudian muncul perang.

“Kita tidak boleh bekerja standar, tidak bisa lagi, karena keadaannya tidak normal. Kita tidak boleh bekerja rutinitas, karena memang keadaannya tidak normal. Saya mau wali kota, gubernur betul-betul bekerjasama dengan TPID di daerah dan tim inflasi di pusat agar dapat mengendalikan inflasi,” pesan Joko Widodo. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.