Kapal Kelotok Pembawa 28 Pelajar Balikpapan Karam di Perairan Kariangau, Begini Kondisinya

oleh -7 views
Kapal Kelotok Pembawa 28 Pelajar Balikpapan Karam di Perairan Kariangau, Begini Kondisinya
Proses evakuasi para pelajar yang mengalami insiden kapal klotok karam di perairan Kariangau, Balikpapan Barat pada Senin (15/8) sore tadi. Foto : Penerangan Kodam VI Mulawarman.

newsborneo.id – Kapal kelotok yang ditumpangi 28 pelajar SMP Negeri 21 Balikpapan mengalami karam ketika melintas di perairan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat pada Senin (15/8/2022) siang sekira pukul 14.00 WITA.

Akibat kejadian itu, seluruh pelajar SMP sempat harus menepi ke hutan bakau tempat habitat buaya. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Seluruh pelajar berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.

Kasat Polairud Polresta Balikpapan AKP Kasianto mengatakan kapal kelotok yang ditumpangi para pelajar itu karam akibat mengalami kebocoran saat menyeberang.

Dia menjelaskan seluruh pelajar itu merupakan warga asal Kampung Baru, Balikpapan Barat. Setiap harinya, para pelajar ini memang kerap menumpang kapal bersekolah di SMPN 21 yang terletak di Salok Cina, Balikpapan Barat.

AKP Kasianto menjelaskan, pelajar ini merupakan warga Kampung Baru. Setiap hari mereka bersekolah menumpang kapal kelotok ke sekolah di SMP Negeri 21 di Salok Cina.

“Mereka biasa pulang pergi selalu lewat Pelabuhan Angkatan Darat di Kampung Baru situ,” ungkap AKP Kasianto, Senin (15/8/2022) sore.

AKP Kasianto mengungkapkan karamnya kapal kelotok bermula saat kapal pembawa puluhan pelajar pulang tersebut menabrak tunggul di sekitaran perairan hutan bakau. Akibatnya kapal mengalami kebocoran dan nyaris tenggelam.

Beruntungnya, saat kejadian kapal berhasil menepi ke hutan bakau. Alhasil 28 pelajar tersebut terdampar di hutan bakau yang menjadi tempat habitat buaya.

“Kapalnya karam saat sudah berada di tepi hutan bakau. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke kami dan TNI Angkatan Darat meminta bantuan. Untungnya saat mereka berada di hutan bakau air sedang surut,” bebernya.

Karena khawatir dengan keberadaan buaya, puluhan pelajar itu sempat memanjat pohon bakau sembari menunggu pertolongan tim SAR gabungan datang. Beruntung tidak ada terjadi hal yang tak diinginkan hingga tim gabungan datang memberikan pertolongan.

“Sekira pukul 16.30 WITA, 28 pelajar ini berhasil dievakuasi ke Kampung Baru. Tidak ada yang terluka hanya saja mereka basah terkena air. Semuanya sudah kembali ke rumahnya sore,” kata dia. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.