Bima Sakti

oleh -19 views
Bima Sakti, sang pelatih kepala. “Orang Sakti” ini asli kelahiran Balikpapan.
Bima Sakti, sang pelatih kepala. “Orang Sakti” ini asli kelahiran Balikpapan.

Oleh: Rizal Effendi

INDONESIA mendapat kado istimewa lima  hari menjelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Bukan kenaikan harga mi dan roti, tapi Piala AFF U-16 2022 setelah  tim Garuda Muda menumbangkan Vietnam 1-0 dalam babak final   di Stadion Maguwohardjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (12/8) malam.

Di tengah hiruk pikuk kemenangan itu, orang Kaltim termasuk saya tentu punya kebanggaan tersendiri. Soalnya sosok di balik kesuksesan itu adalah Bima Sakti, sang pelatih kepala. “Orang Sakti” ini asli kelahiran Balikpapan. Dia juga pernah bermain untuk Persiba Balikpapan. Bahkan sebelumnya pernah main di klub lokal yang juga sakti, kesebelasan Ossiana Sakti, sebuah perusahaan ban vulkanisir di Batakan, dekat rumah orangtuanya.

“Kemenangan ini berkat kerja keras kita semua. Tentu kita bangga bisa mempersembahkan kado terbaik untuk Hari Kemerdekaan kita,” katanya dengan wajah  lega dan semringah.

Sepanjang 90 menit, saya melihat wajah Bima Sakti penuh ketegangan. Air hujan yang jatuh di kepalanya tak membuat dia berteduh. Dari pinggir lapangan, dia terus menerus memberikan berbagai instruksi kepada anak asuhnya agar mampu membobol gawang lawan dan tidak kebobolan gawang sendiri.

Setelah berpelukan dengan anggota tim pelatih lainnya, Bima Sakti langsung sujud ketika gol semata wayang lahir di pengujung babak pertama melalui kaki M Kafiatur Rizky. Gol indah itu, yang menahbiskan Indonesia sebagai raja sepakbola Asia Tenggara 2022 untuk kelompok umur atau usia 16 tahun.

“Jangan lupa bersyukur dan jangan berlebihan merayakan kemenangan ini. Kita tidak boleh sombong, apalagi angkuh, tapi tetaplah rendah hati,” kata Bima Sakti mengingatkan seluruh skuadnya setelah menerima Piala U-16 di tengah ribuan pendukung Merah Putih, yang tidak henti-hentinya bersorak dan bernyanyi.

No More Posts Available.

No more pages to load.