Basarnas Setop Pencarian Makpong yang Hilang di Hutan Desa Puan Cepak, Kukar

oleh -9 views
Basarnas Setop Pencarian Makpong yang Hilang di Hutan Desa Puan Cepak
Basarnas Kaltim menyetop operasi pencarian. Tim SAR sudah mencari di hutan, tetapi hasilnya nihil. Makpong sudah hilang hingga pencarian hari ketujuh.

newsborneo.id – Pencarian Kakek Makpong yang hilang tersesat di hutan Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara disetop.

Pria tua itu diketahui telah menghilang sejak Kamis (27/7/2022) siang lalu. Kakek Makpong hilang ketika sedang berkebun dengan istrinya.

Basarnas Kaltim menyetop operasi pencarian. Tim SAR sudah mencari di hutan, tetapi hasilnya nihil. Makpong sudah hilang hingga pencarian hari ketujuh.

Segala upaya pencarian juga sudah dilakukan pihak keluarga. Mulai dari ikut menyusuri ke hutan hingga melakukan sebuah ritual adat berharap agar Makpong bisa ditemukan.

“Kami pihak keluarga tadi sudah melakukan ritual Besawai. Harapannya agar Makpong bisa kembali pulang,” ujar Bakri, keluarga Kakek Makpong, Kamis (4/8/2022).

Dia menjelaskan dalam ritual adat Besawai, mereka menyediakan ketan dan kelapa untuk berkomunikasi dengan leluhur.

Ritual tersebut dilakukan pihak keluarga di sekitar hutan yang menjadi lokasi terakhir Makpong menghilang.

“Makanan itu untuk sajen kita taruh di dalam hutan, ada juga air yang sudah di bacakan oleh tokoh masyarakat disiram ke dalam hutan, tujuannya sama memanggil Makpong yang belum kembali dari dalam hutan,” beber Bakri.

Bakri bilang, keluarga dan tim SAR sudah tujuh hari lakukan penyisiran ke hutan, tetapi tanda-tanda keberadaan Makpong masih belum ditemukan.

“Kalau tidak bisa ditemukan, pihak keluarga (istri dan anak Makpong) ya hanya bisa pasrah saja,” ucapnya.

Kepala Seksi Ops Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kaltim, Basri berujar operasi pencarian Makpong telah resmi ditutup pukul 17.20 WITA dengan hasil nihil.

“Tim SAR gabungan sudah lakukan pencarian korban selama tujuh hari, mulai dari 29 Juli hingga 4 Agustus 2022 dengan hasil nihil,” ungkap Basri.

Basri mengatakan bahwa tim SAR sudah semaksimal mungkin melakukan pencarian korban di dalam hutan, tetapi hingga di hari ke-7 tanda-tanda keberadaan Makpong belum juga ditemukan.

“Operasi selama tujuh hari ini dinyatakan selesai,” tegasnya.

Namun, pihak Basarnas Kaltim tetap siaga apabila pihak keluarga maupun warga ada menemukan tanda-tanda keberadaan korban. **

No More Posts Available.

No more pages to load.