Dewan Minta Pemkot Bontang Serius Kawal Investasi

oleh -7 views
Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam

BONTANG, newsborneo.id – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam mewanti wanti pemerintah kota Bontang untuk memaksimalkan investasi di Kota Taman. Pasalnya menurut Rustam kondisi perusahaan besar seperti Badak LNG akan berakhir masa operasinya pada tahun 2025.

Begitupun Pupuk Kaltim, kini sedang melebarkan sayapnya ke Provinsi Papua. Kebutuhan bahan dasar gas menjadi sebab dibangunnya pabrik di sana.

“Kita mesti terbuka dengan investor yang masuk, karena akan memberikan peringatan agar perusahaan yang ingin dibangun berdampak terhadap Kota Bontang, dan saya bersama teman-teman di Komisi II DPRD Bontang sangat terbuka pasca migas ini,” jelas Rustam.

Kondisi ini mesti jadi perhatian serius. Ia melihat kota Bontang mesti bersiap menghadapi pasca migas. Meski kondisi itu diketahui masih berlangsung lama dari harapan.

Meski tetap menyandang kota industri, persiapan menuju kota dagang dan jasa menjadi harapan bersama. Rustam berharap kemandirian kota Taman bisa terealisasi sesuai harapan.

“Kota wisata dan jasa jadi harapan kita, tentu hari ini kita masih butuh investasi bidang industri sebagai pondasi ekonomi masyarakat Bontang,” ungkapnya.

Akan tetapi Rustam mengingatkan kepada seluruh investor yang mau masuk di Kota Bontang harus menaati aturan yang ada.

Regulasi soal tenaga kerja yang telah diatur dalam Perda ketenagakerjaan yang mengatur porsi pendistribusian tenaga kerja lokal sebanyak 75 persen dan bukan lokal 25 persen mesti tegas dalam penerapannya.

“Misalnya terkait tenaga kerja. Jangan sampai malah terbalik 75 persen untuk dari luar sedangkan 25 persen untuk masyarakat lokal, itu cari ribut namanya,” jelasnya.

Sementara dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Bontang, Koordinator DPMPTSP, Febri Manik mengungkapkan bahwa pada dasarnya tidak mudah bagi para investor untuk masuk ke Kota Bontang.

Pasalnya ada banyak serangkaian terkait perizinan investasi yang harus dilengkapi, tetapi sekarang penerbitan Online Single Submission (OSS) bisa dilakukan dengan sangat mudah.

“Sehingga calon investor atau pelaku usaha mendapat kemudahan untuk memulai bisnis disini,” ujar Koordinator Dptsp Bontang tanggapi diskusi yang berkembang bersama komisi II DPRD Bontang. (ADS/ks)

No More Posts Available.

No more pages to load.