Dewan Minta Anak Perusahaan Perumda AUJ yang Tak Aktif Ditutup

oleh -3 views
Dewan Minta Anak Perusahaan Perumda AUJ yang Tak Aktif Ditutup
Rapat kerja Komisi II DPRD Bontang bersama Perumda AUJ Bontang.

newsborneo.id – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam meminta anak perusahaan Perumda AUJ yang sudah tidak aktif untuk dibuatkan berita acara penutupan. Pasalnya, dengan adanya 7 anak perusahaan milik Perumda AUJ, dinilai Rustam terlalu gemuk untuk perusahaan milik daerah.

“Kami panggil rapat sejak direkturnya dilantik, dan baru ini bisa terlaksana,” kata Rustam pada Senin (18/7/2022) di Sekretariat DPRD Bontang.

Diketahui bersama, Perumda AUJ memiliki 7 anak perusahaan, dan hanya dua perusahaan yang masih produktif, yakni BPR Bontang Sejahtera, dan PT Laut Bontang Bersinar yang mengelola pelabuhan.

Akhirnya, pihaknya mengambil komitmen untuk mengevaluasi kinerja Perumda AUJ per tiga bulan.

Menurutnya, peluang-peluang bisnis sebenarnya bisa ditangkap oleh Perumda AUJ, jika misi manajemennya membesarkan perusahaan yang sudah dibentuk. Seperti videotron, perparkiran, dan lainnya.

“Jadi saya bilang 7 unit perusahaan kalau memang sudah tidak produktif, maka diselesaikan saja, supaya tidak memakan operasional bulanan,” ujarnya.

Memang, untuk membenahi AUJ, diakui Rustam butuh keuletan, ilmu bisnis yang mumpuni. Dan sesuai sumpah jabatan memberikan yang terbaik kepada daerah, sehingga Rustam mewanti-wanti agar cerita tentang Perumda AUJ di masa lalu jangan terjadi lagi.

“Kejarlah reward, supaya ada dividen yang bisa dibagikan kepada unit usaha,” pintanya.

Yang 7 anak perusahaan ini, kata Rustam, jika sudah tidak produktif maka dibuatkan laporan pailit.

“Kalau menurut saya, tak perlu ada 7 anak perusahaan lagi, cukup satu Perumda AUJ dengan turunan bidang sesuai jenis bisnisnya. Karena kami ingin semakin sedikit yang diurus tapi semakin banyak pendapatan yang diambil,” ungkapnya.

“Dari saya, kalau memang mampu silakan lanjut, kalau tidak pailitkan, dan buatkan berita acara pailit supaya tidak membuat laporan tiap tahun ke pajak,” sambungnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.