Dosen hingga Widyaiswara Kaltim Dibekali Lemhanas soal Kebangsaan

oleh -5 views

BALIKPAPAN, newsborneo.id – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memilih Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya di Balikpapan, sebagai lokasi pelatihan untuk pelatih pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi dosen, guru dan widyaiswara di Provinsi Kaltim.

Momen ini menjadi sebuah kebanggan bagi Gubernur Kaltim, Isran Noor. Sebab tak semua daerah bisa mendapatkan kesempatan itu. Kata Isran Noor, waktu selama 10 hari pelatihan akan banyak ilmu pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang didapatkan peserta dari narasumber yang dihadirkan Lemhannas RI. Jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam sambutannya berujar dari empat pilar kebangsaan, lanjut Isran, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), satu hal paling prinsip, yaitu NKRI, yang akhir-akhir ini mendapatkan gangguan-gangguan kecil  dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab

“Ini tentu saja mengancam keutuhan NKRI, serta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tambah Isran Noor dihadapan peserta, dosen, guru dan widyaiswara di Grand Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Senin (20/6/2022).

Melalui pelatihan ini, Isran Noor berharap dosen, guru, dan widyaiswara sebagai peserta dapat memperkaya pengetahuan, pemahaman serta memantapkan nilai-nilai kebangsaan.

Lalu, bisa disosialisasikan kepada para pelajar, mahasiswa dan pegawai negeri sipil serta masyarakat pada umumnya dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, menyongsong ibu kota negara (IKN) Nusantara di Benua Etam.

Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto mengungkapkan pelatihan untuk pelatih ini merupakan upaya dari Lemhannas RI untuk menanamkan sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan bagi para peserta yang terdiri dari dosen, guru dan widyaiswara di Kaltim.

“Khususnya terkait empat pilar kebangsaan, yaitu UUD 1945 dan Ideologi Negara Pancasila, nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Andi Widjajanto.

Andi Widjajanto melanjutkan, pelatihan ini sebagai upaya Lemhanas mencetak agen-agen perubahan pemantapan wawasan kebangsaan bagi bangsa Indonesia. Tantangan ke depan tidak mudah terkait upaya kita keluar dari pandemi Covid-19 serta memulihkan negara dari segala sektor baik perekonomian, pendidikan, kesehatan, kerawanan dan ketahanan pangan dan lainnya.

Andi Widjajanto menjelaskan bahwa kegiatan untuk pelatih yang dikoordinasikan Lemhannas RI ini tidak saja menyasar kepada generasi muda, melainkan semua lapisan demografi masyarakat. Yang biasanya dalam 1 tahun bisa melakukan pelatihan kepada sekotar 6 ribu orang.

“Setiap tahunnya kita bisa melatih 600 orang pelatih se Indonesia. Dari situ kemudian ada program secara reguler dari Lemhannas maupun ikatan alumni Lemhannas yang dari 600 pelatih bisa berkembang menjadi 10 kali lipatnya, yaitu sekitar 6.000 orang. Dengan program utamanya yaitu penguatan wawasan kebangsaan dan ketahanan bangsa,” beber Andi. (prov/das)

No More Posts Available.

No more pages to load.