Kaltim Butuh 100.000 Ekor Sapi per Tahun untuk Konsumsi Masyarakat

oleh -14 views

newsborneo.id – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membutuhkan setidaknya 100.000 ekor sapi untuk konsumsi masyarakat setiap tahunnya. Pemprov Kaltim masih membutuhkan pasokan dari luar untuk memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat Kaltim.

“Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kaltim, setiap tahunnya kita membutuhkan 60.000 ribu ekor sapi. Untuk daging beku setara 40.000 ekor sapi. Jadi Kaltim membutuhkan daging setiap tahunnya untuk di konsumsi kurang lebih 100.000 (ribu) ekor sapi,” kata Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim I Gusti Made Jaya Adhi dikutip dari akun Instagram Pemprov Kaltim @pemprov_kaltim, Senin (4/4/2022).

“Sementara kemampuan lokal kita baru bisa memenuhi 25 persen,” lanjutnya.

Pihaknya telah melakukan berbagai program untuk meningkatkan produksi daging sapi di Provinsi Kaltim. Salah satu usaha penggemukkan sapi di sembilan kabupaten/kota.

“Termasuk usaha yang rencananya akan dilaksanakan adalah pemanfaatan lahan eks tambang bisa dipergunakan untuk sub sektor peternakan. Karena di Kaltim sendiri banyak lahan pasca tambang yang nantinya bisa dipergunakan untuk peningkatan jumlah populasi ternak, sehingga Kaltim bisa swasembada daging sapi,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan peluang usaha peternakan sapi di Kaltim sangatlah besar. Apalagi sebelumnya telah ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara yang akan menambah besar kebutuhan daging sapi di Kaltim.

Menurutnya, diperkirakan kurang lebih 2,5 juta penduduk luar daerah akan datang ke Kaltim.

Lanjut dia, dengan kehadiran 2,5 juta penduduk luar ke Kaltim khususnya ke IKN, tentu kebutuhan akan sapi juga meningkat, termasuk daging ayam, telur dan susu, dan potensi-potensi itu harus dipikirkan dari sekarang.

“Bagaimana upaya kita untuk memenuhinya, peran serta semua pihak, bukan saja pemerintah tetapi swasta. Tentu sangat diharapkan bisa berkontribusi dalam subsektor peternakan,” paparnya.

 

(ds) 

No More Posts Available.

No more pages to load.