25 Ribu Warga Kutim Terdampak Banjir

oleh -9 views
Kondisi banjir di beberapa titik diperkirakan setinggi 50 sentimeter hingga 2 meter di Sanggatta, Kalimantan Timur.(Dok Basarnas Kaltim)

SANGATTA, newsborneo.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 25.599 jiwa terdampak banjir Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang terjadi sejak Jumat lalu (18/3). Data itu merupakan update hingga hari ini.

Berdasarkan keterangan tertulis BNPB, secara rinci dijelaskan sebanyak 15.504 warga Kecamatan Sanggata Utara terdampak, dan 10.095 warga Sanggata Selatan terdampak banjir itu.

“Warga yang mengungsi berada di sejumlah titik, dengan rincian Kecamatan Sangatta Utara saat ini terdapat 9 titik pengungsian dan Kecamatan Sangatta Selatan tujuh titik,” dikutip dari keterangan tertulis BNPB, Rabu (23/3/2022).

Warga yang mengungsi di Sangatta Utara tersebar di fasilitas kantor, tempat ibadah, sekolah, tempat olah raga dan rumah jabatan wakil bupati.

Sedangkan di Sangatta Selatan, pengungsian berada di Masjid Darussalam, BPU Desa Sangatta Selatan, Puskesmas Sangatta Selatan, SD 01 dan SD 02 Sangatta Selatan, terminal umum Km.03, SMK Singa Geweh dan rumah warga.

Kepala Pusdalops BNPB Bambang Surya Putra mengatakan pihaknya memberikan dukungan penanganan bencana banjir itu. Tim Pusat Pengendalian Operasi dan Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat memberikan pendampingan pos komando (posko) penanganan darurat di wilayah itu.

Selain mendampingi posko dalam pelaksanaan rapat koordinasi, BNPB juga mendampingi dalam penyusunan rencana operasi penanganan darurat.

Salah satu saran dalam perencanaan yaitu pemantauan kondisi cuaca dan analisisnya terkait potensi bencana susulan. Di samping itu, BNPB merekomendasikan untuk menggerakkan potensi kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Perlu menggerakkan potensi kesehatan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, terkait pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi pengungsian,” ujar Bambang.

Bambang berpesan, perlu dilakukan komunikasi dengan setiap pos pengungsian untuk penunjukkan koordinator satu pintu dalam penyampaian kebutuhan dari pengungsi.

Melalui peran koordinator, kata dia, kebutuhan dan jumlah warga di setiap pos pengungsian dapat dengan cepat teridentifikasi.

Saat berada di lokasi bencana, BNPB juga memberikan bantuan dana operasional penanganan darurat kepada pemerintah daerah setempat. Bambang menyerahkan bantuan sebesar Rp250 juta yang diterima Bupati Kutai Timur.

Sebagai informasi, Pemerintah Kutai Timur telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 20 Maret hingga 2 April 2022. Penanganan darurat difokuskan pada pelayanan warga terdampak, khususnya mereka yang mengungsi ke pos pengungsian.

(han/rd)

No More Posts Available.

No more pages to load.