Duet KLHK-Pupuk Kaltim Sulap Lahan Bekas Tambang jadi Agrowisata

oleh -15 views
Dok Pupuk Kaltim.

newsborneo.id – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memulihkan lahan bekas tambang di Kalimantan. Adapun salah satu lahan bekas tambang yang tengah diperbaiki berada di Makroman, Kaltim dan Monterado seluas 31,57 hektare.

Saat meninjau langsung lahan yang tengah digarap, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan program kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dan reklamasi lahan bekas tambang untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia, salah satunya di wilayah Kalimantan.

Ia berterima kasih dan mengapresiasi pihak yang terlibat, baik dari pemilik lahan dan perusahaan yang aktif dalam membantu program ini.

“Kami berupaya merehabilitasi dan mengoptimalkan lahan bekas tambang tersebut menjadi area agrowisata kayu putih, dengan harapan pulihnya lingkungan disertai dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar karena terbukanya lapangan kerja baru,” kata Siti dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta mengatakan perusahaan memberikan perhatian besar dan berkontribusi dalam menjaga kualitas dan fungsi lingkungan untuk keberlanjutan.

Menurutnya kolaborasi strategis dengan KLHK menjadi salah satu prinsip dalam menjaga keseimbangan 3P (people, profit, dan planet).

“Kami percaya bahwa dengan inovasi teknologi pertanian dan pemupukan ramah lingkungan yang kami miliki, bisa membantu meningkatkan nilai guna lahan bekas tambang tersebut baik untuk lingkungan maupun masyarakat sekitar,” imbuh Hanggara.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan Kementerian LHK yang kembali menggandeng PKT untuk dalam pemulihan lahan bekas tambang. Pihaknya optimistis pemulihan lahan bekas tambang melalui penanaman berbagai jenis tanaman di demonstration plot (demplot) akan tumbuh dengan baik.

“Harapannya, upaya pemulihan lahan bekas tambang bersama KLHK ini dapat menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama menciptakan lingkungan lebih hijau demi bumi yang lebih asri,” imbuhnya.

Saat ini, luas lahan bekas tambang di daerah Makroman yang telah diupayakan pemulihannya dalam bentuk demonstration plot (demplot) adalah seluas 0,5 hektare atau 5.000 m2, sedangkan untuk pengembangannya terdapat lahan seluas 14,8 hektare berupa rawa yang diintegrasikan sehingga total lahan pemulihan menjadi 15,3 hektare.

Selain di wilayah Makroman, sebelumnya inisiatif riset untuk pemulihan lahan serupa telah dilakukan KLHK bersama PKT melalui pembentukan lahan demplot pertama di wilayah Arboretum Tengkawang, Desa Monterado, Kalimantan Barat. Lahan tersebut merupakan lahan bekas tambang emas ilegal yang luasnya mencapai 8,77 hektare.

Dalam upaya revegetasi lahan bekas tambang juga diperlukan tanaman adaptif seperti kayu putih. Dikenal sebagai jenis tanaman yang cepat tumbuh, kayu putih diharapkan mampu memperkaya unsur hara tanah dengan lebih cepat.

Jika dikelola dengan baik kayu putih mampu menghasilkan produk akhir berupa minyak atsiri (minyak kayu putih) yang memiliki nilai ekonomi. Hal ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat, selain dampak positif kembali hijaunya lingkungan tersebut.

Model pemulihan ini dinilai tepat, baik untuk pengayaan tutupan lahan maupun dalam hal menetralisir keasaman air tanah pasca tambang.

Pupuk Kaltim akan menggunakan teknologi pertanian bernama Smart Bio Ball yang ramah lingkungan, untuk menghijaukan kembali lahan bekas tambang sehingga lahan bekas tambang dapat kembali subur dan hijau.

Teknologi Smart Bio Ball mengambil bentuk bola mini (Seed Ball) yang mengandung berbagai bakteri menguntungkan, mikroza, benih tanaman perintis, asam humat, hidrogel dan pembawa bahan organik. Bentuknya yang mini memudahkan untuk disebarkan pada area lahan bekas tambang yang sulit terjangkau.

Smart Bio Ball ditebar menggunakan ketapel atau alat tebar lainnya. Saat Smart Bio Ball terkena air, benih akan mulai berkecambah dan mikroba akan tumbuh bersama dan membentuk ekosistem yang saling mendukung pertumbuhan tanaman perintis tersebut. [ril]

No More Posts Available.

No more pages to load.