Balita di Kukar Berjuang Melawan Tumor Ganas

oleh -30 views
Balita Yasmin Almahera asal Tenggarong Kukar di Kaltim yang mengidap tumor ganas. Foto istimewa

newsborneo.id – Nasib sedih dialami Yasmin Almahera berusia 1 tahun 9 bulan. Balita asal Kembang Janggut Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur (Kaltim) ini sudah harus berjuang melawan tumor ganas menyerang tubuhnya.

Ia hanya bisa terbaring sembari menahan nyeri dari penyakit tumor yang terus membesar di pundak kanannya. Kedua orangtuanya, Herman Irawan (34) dan Wilda Ratnasari (27) terus mengupayakan kesembuhan Yasmin dengan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

“Dokter rumah sakit RSKD Balikpapan bilang ini tumor ganas,” kata Herman ditemui di rumah kontrakan di Jalan Sumber Rejo VI Balikpapan Tengah, Rabu (15/12).

Awal mulanya, Herman sama sekali tidak menyangka putri kesayangannya ini mengidap tumor ganas. Semua bermula saat Yasmin mengalami bengkak di pundak kanan sebesar jempol tangan yang awalnya dianggap sebagai bisul sekira Juli lalu. Pihak RS Parikesit Tenggarong pun melakukan operasi kecil guna mengeluarkan mata bisul tersebut pada September.

“Jadi dioperasi pertama setelah itu keluar hasil bisul,” bebernya.

Namun anehnya, bisul ini muncul kembali dan semakin membesar. Rumah sakit ini yang akhirnya melakukan operasi kedua sekaligus pengambilan sampel untuk dikirimkan ke RS Kanujoso Djatiwibowo di November.

Hasil penelitian laboratorium di RS Kanujoso Djatiwibowo menunjukkan positif tumor ganas. Meskipun guna meyakinkan, sampel jaringan ini dikirimkan ke laboratorium Yogjakarta. “Ada tiga hasil penelitian, kemudian diteliti lagi besok hasilnya,” tutur Herman.

Pihak RS Kanujoso Djatiwibowo sudah menyarankan agar Yasmin segera dilakukan pengobatan lewat proses kemoterapi. Saat ini, tim medis masih memastikan jenis tumor ganas apa yang saat ini bersarang di tubuh balita malang ini. Dalam pantauan fisik, benjolan di pundaknya cepat sekali tumbuh hingga membuatnya tidak bisa untuk tidur terlentang.

“Untuk penanganan dokter harus diketahui dulu jenisnya apa baru dia bisa lakukan pengobatan, besok langsung ketemu dokter,” kata Herman.

Pihak medis masih menunggu hasil penelitian sampel yang sudah dikirimkan ke laboratorium di Yogjakarta. Fokus utama perhatian Herman saat ini adalah demi kesembuhan Yasmin putri tercinta. Dalam proses pengobatan, ia mengandalkan BPJS Kesehatan yang masih masih menangani keluhan akan penyakit tumor dan lainnya.

Tetapi soal pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi lain cerita. Pasalnya selama lima bulan terakhir, praktis Herman sudah tidak bekerja lagi.

“Kebutuhan sehari-hari kami dibantu masyarakat ada yang open donasi jadi cukup, belum lagi tiap hari ada yang membantu,” katanya.

Ia hanya mengurusi proses pengobatan putrinya ini. Keluarga mereka bahkan terpaksa kontrak dan menetap di Balikpapan untuk memudahkan proses pengobatan di rumah sakit.

Mereka hanya bisa mengandalkan belas kasihan warga setempat yang membuka donasi dan bantuan. Bahkan, pihak pemilik rumah di Balikpapan pun menggratiskan uang sewa agar mereka bisa fokus dalam mengurusi putrinya ini.

“Tinggal di Balikpapan dari Tenggarong gak bayar uang sewa di sini, saya disuruh tinggal saja Alhamdulillah terima kasih,” imbuhnya.

Herman berharap anaknya lekas ditangani dan dapat pulih seperti sedia kala. Ia akan berusaha memberikan yang terbaik demi kesembuhan Yasmin. Soal kesembuhannya, diserahkan sepenuhnya pada karunia Tuhan. [red]

No More Posts Available.

No more pages to load.