Bucephalandra, Tanaman Air Endemik Kalimantan jadi Primadona Akuaskap

oleh -219 views
Bucephalandra dalam akuaskap | Ilya Saburov/Pinterest

newsborneo.id – Lagi-lagi Indonesia sangat diuntungkan berkat keanekaragaman hayati yang dimiliki, sehubungan dengan kepopuleran tren akuaskap yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Sekilas informasi bagi mereka yang mungkin belum memahami secara lebih mendalam, akuaskap merupakan kata serapan dari aquascape yang diartikan sebagai seni memelihara, menata, dan mempertahankan biota air dalam akuarium sehingga menghasilkan pemandangan yang indah dalam air, misalnya pemandangan alam, gunung, dan sejenisnya.

Walau bukan hal baru, namun kegiatan yang pada tahun 2020 lalu mulai banyak digemari oleh segelintir orang ini nyatanya membuat akuaskap menjadi populer sebagai hiburan kalangan tertentu di tengah situasi pandemi.

Yang perlu dipahami, akuaskap nyatanya berbeda dengan akuarium. Jika akuarium fokus kepada penataan kotak kaca atau akrilik untuk memelihara berbagai jenis ikan hias dengan sedikit tanaman air, akuaskap justru kebalikannya.

Akuaskap lebih fokus kepada penataan berbagai komponen alam, kalaupun disertakan ikan hanya dalam jumlah yang sangat sedikit dan ikan berukuran kecil.

Dari hal tersebut bisa disimpulkan, bahwa selama pandemi melanda bukan hanya ikan hias saja yang semakin populer dan menjadi komoditas andalan ekspor sampai ke mancanegara. Akuaskap yang membutuhkan komponen utama tanaman air nyatanya juga menghadirkan potensi komoditas ekspor baru akan berbagai tanaman air, salah satunya yaitu Bucephalandra.

Karakteristik Bucephalandra

Bucephalandra merupakan nama ilmiah dari tanaman air yang sejak beberapa tahun terakhir sangat populer dan banyak diminati oleh kalangan pencinta akuaskap tidak hanya di Indonesia, melainkan juga dunia.

Melansir KlikHijau.com, nama Bucephalandra sendiri diberikan karena tanaman ini memiliki bentuk bunga yang sepintas menyerupai tanduk banteng. Faktanya, tanaman ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014 oleh seorang kolektor tanaman air asal Jepang bernama Nakamoto.

Tanaman yang umumnya disebut dengan nama Buce ini dikenal sebagai tanaman air endemik khas Kalimantan, sehingga membuat tanaman tersebut juga kerap disebut dengan nama Buce Kalimantan atau Buce Borneo.

Memiliki variasi yang sangat tinggi, saat ini diketahui sudah terdeteksi sebanyak 30 spesies tanaman Buce yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Ke-30 spesies berbeda tersebut memiliki bentuk dan warna yang beragam, mulai dari hijau, ungu, cokelat, hingga hijau tua. Untuk bentuknya sendiri ada yang berdaun lancip, bulat, dan masih banyak lagi.

No More Posts Available.

No more pages to load.