Nursalam Minta Tinjau Ulang Izin PTM SD dan SMP

oleh -28 views
Anggota DPRD Bontang, Nursalam.

newsborneo.id – Anggota DPRD Bontang, Nursalam meminta Pemerintah Kota agar meninjau izin pembelajaran tatap muka (PTM) pada jenjang Sekolah Dasar dan Taman kanak-kanak (TK).

Hal itu lantaran, berdasarkan penyampaian Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor beberapa waktu lalu, ada varian baru virus covid-19 yang lebih rentan penularannya ke anak-anak. Yakni varian MU.

“Kan ada varian baru yang lebih rentan terhadap anak-anak. Makanya saya minta Wali Kota Bontang Basri Rase meninjau kembali PTM untuk SD dan TK,” ujar Nur Salam saat rapat Paripurna DPRD Bontang, belum lama ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, murid SD dan TK belum terlalu memahami penerapan protokol kesehatan. Hal itu lantaran, jika seorang murid bertemu dengan anak seusianya cenderung lebih senang berkumpul untuk main bersama.

“Beda dengan murid SMP dan SMA, mereka sudah lebih paham dengan penerapan Prokes. Kalau SD dan TK kan tidak dijamin,” ujarnya

Selain itu, vaksinasi pada murid sekolah belum merata di semua jenjang. Bahkan murid SMP dan SMA yang ada di Bontang baru mendapatkan vaksin dosis pertama. Artinya, herd immunity belum terbentuk.

“Vaksin kan belum merata, tentu sangat berpotensi terjadi penularan di lingkungan sekolah. Makanya kami minta untuk tinjau kembali,” pungkasnya.

Soal PTM, sebenarnya sudah tertuang dalam SKB Bernomor HK.01.08/MENKES/4242/2021. Pemkot Bontang mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri. Bahwa PTM itu bisa dilaksanakan jika persyaratan itu terpenuhi Termasuk persetujuan orangtua bahwasanya putra-putri bersedia mengikuti PTM.  Setelah mendapatkan persetujuan dari orangtua murid, pihak sekolah akan bersurat ke Dikbud. Berikutnya pihak Dikbud yang akan memutuskan diizinkan atau tidak.

Meskipun begitu, tinjauan kesiapan di setiap sekolah ia nilai sudah siap semua. Hal itu lantaran mereka juga telah jauh-jauh hari melakukan persiapan. Sehubungan dengan pemenuhan sarana penunjang protokol kesehatan (prokes) di tiap sekolah.

Pada surat edaran tertuang pelaksanaan PTM di ruang kelas diisi maksimal 50 persen. Kecuali untuk PAUD paling banyak 33 persen. Dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya beberapa waktu lalu Wali Kota Bontang, Basri Rase menekankan PTM dimulai jika distribusi vaksin untuk vaksin sudah maksimal hingga ke pemberian dosis kedua.

Mengingat risiko penularan setelah memperoleh dosis pertama masih besar dibandingkan ketika sudah mendapatkan dosis lengkap. Termasuk menyasar kepada tenaga pengajar sekolah negeri maupun swasta. [js]

No More Posts Available.

No more pages to load.