Kematian Tinggi karena Pasien ke RS Kondisi Berat

oleh -12 views
Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI

newsborneo.id – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menyatakan tingginya kasus kematian pasien COVID-19 di daerah itu disebabkan banyak mereka dibawa ke rumah sakit dalam keadaan parah, selain karena tidak mendapat penanganan optimal.

“Karena ruang ICU (Intensive Care Unit) juga sudah penuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan dr Andi Sri Juliarty di Balikpapan, Jumat.

Oleh karena ruang ICU yang menyediakan perawatan maksimal penuh, katanya, pasien yang datang belakangan ini dirawat di ruang isolasi biasa atau di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Tercatat pasien meninggal dunia pada Selasa (6/7) di Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dan rumah sakit-rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 di Balikpapan terjadi 20 kematian. Pada Rabu (7/7) dan Kamis (8/7) masing-masing 10 kematian, dan pada Jumat ini sudah enam kematian hingga pukul 18.00 Wita.

Kadinkes Andi Sri Juliarty yang juga Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Balikpapan itu, menambahkan saat ini tingkat penularan melebihi kecepatan rumah sakit menyediakan fasilitas perawatan.

“Mohon dipahami ini penyakit menular, jadi tingkat penularannya yang harus kita tekan. Kalau tidak, bagaimana pun rumah sakit memperluas dan menambah daya tampungnya, bila tingkat penularan lebih cepat, maka sebentar saja rumah sakit akan penuh lagi,” katanya.

Oleh karena itu, sambil menegakkan kembali disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat dengan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Satgas COVID-19 Balikpapan terus berusaha menambah tempat tidur dan ruang perawatan di rumah sakit-rumah sakit.

RSKD yang dikelola Pemprov Kalimantan Timur pun sudah menambah tempat tidur ICU sebanyak 13 unit. Begitupun RSUD Beriman di kawasan Gunung Malang, rumah sakit yang dikelola Pemkot Balikpapan yang sempat tutup selama dua hari, buka kembali pada Sabtu 10/7 dan menambah 20 tempat tidur di ruang ICU.

Selain itu, ruang-ruang perawatan isolasi untuk pasien yang bergejala ringan atau tanpa gejala juga terus ditambah. Saat ini Pemkot Balikpapan menyediakan Asrama Haji Batakan, Hotel Grand Tiga Mustika, penginapan Silva Lestari, dan sedang menyiapkan wisma atlet di kompleks Stadion Tenis Balikpapan untuk tempat perawatan dan isolasi mandiri.

Bahkan, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto menyebutkan pihaknya juga menyiapkan Asrama Depo Pendidikan Kejuruan Resimen Induk Kodam (Dodikjur Rindam) di Manggar seandainya diperlukan untuk isolasi warga terpapar virus.

“Di sana ada 300 tempat tidur yang siap digunakan,” kata dia. (*)

 

Sumber: Antara

No More Posts Available.

No more pages to load.