Permintaan Perumahan MBR di Kaltim Naik 30 Persen

oleh -57 views
Ilustrasi Perumahan MBR. [Kementerian PUPR]

NEWSBORNEO.ID – Animo masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap properti bersubsidi di Kalimantan Timur meningkat 30 persen hingga pertengahan 2021.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltim Sunarti Amirullah menyatakan faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah geliat ekonomi di daerah.

“Pandangan mereka perhitungan [mendapatkan rumah bersubsidi] lebih baik [saat ini], angsuran lebih kecil jadi lebih menunjang,” ujarnya, Kamis (24/6).

Dia menambahkan, subsidi dari pemerintah berupa flat bunga sebesar 5 persen selama 20 tahun menjadikan masyarakat tertarik untuk memiliki properti MBR tersebut.

“Daripada ngontrak, dengan penghasilan 4 juta mereka cukup untuk mencicil rumah sendiri,” katanya.

Secara spasial, permintaan properti MBR didominasi dari Kota Samarinda, Balikpapan dan Kabupaten Paser. Bahkan, di Paser terjadi peningkatan sebanyak 40 persen dibandingkan tahun lalu.

“Karena dari segi pertanian dan pertambangan sudah mulai pulih di sana, sedangkan di Samarinda dan Balikpapan karena sebagai poros ekonomi. Dua kota ini memiliki potensi tinggi,” terang Sunarti.

Selain itu, Sunarti menjelaskan di tengah kondisi pandemi tentu memerlukan siasat tersendiri untuk mengelola keuangan, salah satunya dengan menempatkan penghasilan di sektor yang tepat yaitu perumahan.

Dalam melanjutkan tren peningkatan permintaan properti, Apersi Kaltim menyasar perusahaan-perusaaan di sektor pertambangan dan sawit yang ada di Kaltim.

“Saat ini kami lebih banyak promosi online dengan menyasar perusahaan-perusaaan di sektor pertambangan dan sawit terutama Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara,” jelasnya.

Selanjutnya, dia menuturkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan rumah bersubsidi dapat melakukan dua hal. Pertama, langsung mendatangi kantor pengembang yang khusus membangun properti MBR yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Kedua, masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Sejahtera) yaitu dengan memilih kota dan perumahan yang ingin didapatkan.

Adapun, dia mengharapkan peningkatan di tahun ini dapat terus meningkat, yaitu dengan menargetkan 3.500 unit terserap hingga akhir tahun 2021.

“[Dimana] kini 30 persennya sudah terserap,” pungkasnya. (bs)

No More Posts Available.

No more pages to load.