Hilang sejak Sepekan, Jenazah Nenek Mengambang di Sungai Mahakam

oleh -190 views
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Unit Siaga SAR Samarinda mengevakuasi jenazah wanita tanpa identitas yang mengambang di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 16 Mei 2021.

SAMARINDA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Unit Siaga SAR Samarinda mengevakuasi jenazah wanita bernama Nurpah (70), warga Jalan Ulin, Samarinda. Jenazah mengambang di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (16/5).

Evakuasi berlangsung setelah Unit Siaga SAR Samarinda menerima informasi penemuan mayat perempuan di perairan Pulau Buaya, Palaran, Samarinda, Pukul 17:30 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta melalui Kasi Ops dan Siaga Octavianto, dalam keterangan tertulisnya menerangkan, informasi penemuan jenazah wanita itu diperoleh dari Tugboat Alim 27 lewat Radio Marine kepada Kepanduan Pelindo.

“Terima jnfo dari Kepanduan Pelindo yang dihubungi oleh Tugboat Alim 27 lewat Radio Marine, yang menemukan korban terapung di Perairan Sungai Mahakam di wilayah Pulau Buaya, Kecamatan Palaran,” ujar Octavianto, dalam keterangan tertulis Minggu, pukul 19:30 Wita.

Barulah esoknya, identitas korban yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Mahakam, wilayah perairan Pulau Buaya, Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, terungkap.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kantor SAR Balikpapan, Octavianto, menerangkan informasi diperoleh dari tim INAFIS Polresta Samarinda, jenazah itu adalah Tidak ditemukan tanda kekerasan pada jenazah.

“Diketahui korban atas nama Nurpah, warga Samarinda,” ujar Octavianto melalui keterangan tertulis, Senin (17/5).

Menurut Octavianto, sebelumnya korban dilaporkan sebagai orang hilang. Nurpah diketahui pergi dari rumah dan tidak kunjung pulang sejak sepekan lamanya, 9 Mei 2021.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian korban selama dua hari. Namun, korban tidak kunjung ditemukan. “Keluarga lalu melapor ke kepolisian,” ujar Octavianto.

Octaviato menambahkan, pencarian terhadap korban sebelum ditemukan meninggal, diperluas melalui media sosial dengan mengunggah gambar foto korban.

Setelah korban ditemukan, berdasarkan informasi yang ada di media sosial, berikut ciri fisik korban serta barang yang ada pada jenazah yang dikonfirmasi kepada keluarga korban, tim INAFIS Polresta Samarinda
berhasil mengungkap identitas korban.

Saat proses identifikasi, tim INAFIS Polresta Samarinda mencocokkan identitas korban melalui sidik jari. Namun tidak terdapat data korban karena sidik jari tidak terekam data base KTP elektronik. (*)

 

Penulis: Basuki DH

No More Posts Available.

No more pages to load.