BPS Klaim Petani Kaltim Kian Sejahtera

oleh -20 views
Ilustrasi, petani memanen padi organik

SAMARINDA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur Anggoro Dwitjahyono menyatakan secara umum kehidupan petani setempat makin sejahtera, terbukti dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang jauh di atas angka keseimbangan.

“Angka keseimbangan NTP adalah 100, sedangkan NTP Kaltim pada April 2021 sebesar 118,92, naik ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 118,01, berarti petani makin sejahtera,” ujar Kepala BPS Kaltim Anggoro di Samarinda, Senin.

Peningkatan NTP Kaltim dari 118,01 menjadi 118,92 atau naik 0,91 persen ini, disebabkan oleh Indeks Harga yang diterima petani (It) naik, sedangkan Indeks Harga yang dibayar petani (Ib) turun.

NTP yang diperoleh dari perbandingan It terhadap Ib, lanjutnya, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, maka secara relatif makin kuat pula tingkat daya beli petani.

Rincian NTP per subsektor di Kaltim pada April yang sebesar 118,92 adalah Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 95,41, kemudian Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 107,61.

Berikutnya Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 145,67, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 103,12, kemudian Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 102,68.

Pada April 2021, terdapat tiga subsektor yang mengalami peningkatan NTP, yakni subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik 2,22 persen, subsektor peternakan naik 1,63 persen, dan subsektor perikanan naik 1,06 persen.

“Sedangkan dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yakni subsektor tanaman pangan minus 1,50 persen, kemudian subsektor hortikultura turun 1,85 persen,” ucap Anggoro.

Segaris dengan kenaikan NTP, pada April 2021 Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kaltim juga naik, dari 119,01 persen pada Maret menjadi 120,06 persen pada April, atau naik 0,88 persen. **

 

Sumber: Antara

No More Posts Available.

No more pages to load.