Proyek Gas Merakes Mulai Beroperasi

oleh -44 views
Fasilitas FPU Lapangan gas Jangkrik yang dioperasikan ENI East Sepinggan ltd. (Dok SKK Migas)

BALIKPAPAN – Proyek pengembangan gas Lapangan Merakes di Wilayah Kerja (WK) atau Blok East Sepinggan yang dioperasikan Eni East Sepinggan Ltd, mulai beroperasi per hari ini, Rabu (28/4).

Proyek yang menelan investasi US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$) di Selat Makassar ini mulanya ditargetkan beroperasi pada kuartal III 2020. Namun karena terdampak pandemi Covid-19, maka jadwal operasinya pun mundur.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan proyek ini akan menyumbang produksi gas nasional sebesar 368 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada saat puncak produksi.

Dwi pun mengapresiasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Eni East Sepinggan Ltd. sebagai operator wilayah kerja tersebut karena dapat mengawal operasi dengan lancar. Menurutnya, dalam merealisasikan proyek ini perlu upaya yang keras di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Proyek ini awalnya ditargetkan untuk dapat onstream (beroperasi) lebih cepat pada kuartal III 2020, namun ternyata harus sedikit bergeser dari rencana onstream yang tertuang pada persetujuan POD (Plan of Development/ rencana pengembangan) ke kuartal I 2021,” paparnya, seperti dikutip dari keterangan resmi SKK Migas, Rabu (28/04/2021).

SKK Migas menyampaikan catatan penting dari pengembangan Lapangan Merakes, yakni kemampuan sinergi untuk meningkatkan keekonomian lapangan. Dekatnya lokasi penemuan Lapangan Merakes dengan unit produksi terapung (Floating Production Unit/ FPU) Lapangan Jangkrik memungkinkan Eni memaksimalkan sinergi dengan infrastruktur terdekat yang telah ada.

Untuk meningkatkan keekonomian Lapangan Merakes, maka dilakukan dengan menggunakan skema pemakaian fasilitas bersama (Facility Sharing Agreement/ FSA).

“Hal ini sangat perlu untuk terus ditingkatkan ke depan dikarenakan potensi yang masih cukup besar dari WK East Sepinggan, Muara Bakau ataupun wilayah kerja lainnya di sekitar fasilitas FPU Jangkrik untuk menjaga tingkat produksi gas di area Kalimantan Timur,” jelas Dwi.

Produksi gas dari Lapangan Merakes akan dikumpulkan di manifold bawah laut untuk kemudian dialirkan ke FPU Jangkrik yang terletak sekitar 45 km dari manifold Merakes.

Selanjutnya, gas tersebut akan diproses di Jangkrik FPU dan dikirim ke fasilitas penerima di darat (Onshore Receiving Facility/ ORF) di Senipah melalui jalur pipa ekspor Jangkrik yang telah ada.

Proyek pengembangan Lapangan Merakes merupakan proyek laut dalam di mana kedalamannya berada sekitar 1.500 meter di bawah permukaan laut. Proyek ini memiliki lima sumur produksi dengan total kapasitas produksi mencapai 450 MMSCFD atau setara 85.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Lebih lanjut Dwi mengatakan produksi dari Lapangan Merakes akan menambah suplai gas untuk Provinsi Kalimantan Timur. Sebagian besar akan diprioritaskan untuk konsumen domestik antara lain industri pupuk dan kelistrikan di Kalimantan Timur.

“Serta diolah di Kilang Bontang menjadi LNG. Harapan kami, dengan adanya kepastian pasokan suplai gas bagi industri, akan memberikan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” tuturnya. **

 

Penulis: AS Naufal | CNBC Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.